HousingEstate, Jakarta - Pada akhir Maret 2021 progres pembangunan tower pertama proyek superblok Sakura Garden City sudah mencapai lantai tertinggi (28). Pencapaian itu ditandai dengan prosesi serimonial tutup atap (topping off) yang digelar pada hari Sabtu (27/3). Sakura Garden City berlokasi di Jalan Bina Marga, Cipayung, Jakarta Timur, dikembangkan oleh PT Sayana Integra Properti (SIP) di atas lahan seluas 10 ha. SIP merupakan perusahaan hasil patungan antara Daiwa House dari Jepang dan pengembang lokal Trivo Group.

Menurut Fredy Tjandra, GM Sales SIP, tower pertama Cattleya ini merupakan bagian dari pembangunan tahap pertama dari rencana empat tahap pengembangan yang akan dilaksanakan. Tahap pertama akan mencakup empat tower (2.200 unit). Tower Cattleya dimulai pembangunannya (groundbreaking) pada tahun 2018 lalu yang dikerjakan oleh kontraktor Total Bangun Persada. Total tower apartemen yang akan dibangun dalam empat tahap pembangunan nanti sebanyak 12 tower (5.000 unit).

“Tentunya ini menjadi milestone (tonggak sejarah) yang sangat baik terlebih saat situasi pandemi Covid-19 karena kami masih bisa menunjukkan komitmen pengembangan yang baik kepada masyarakat khususnya konsumen kami. Setelah ini kami lanjutkan pengembangan lifestyle mal seluas 30  ribu m2,” ujarnya saat acara topping off secara virtual.

Di Tower Cattleya ada 694 unit hunian yang tersedia dalam beberapa pilihan: tipe studio (29,9-36,5 m2), satu kamar tidur (KT) seluas 49,4 m2, 2 KT (66,4 m2), 3 KT (92,7 m2), dan garden loft (93,6-176,5 m2). Setiap tower akan menyediakan lobi tersendiri dan fasilitas kolam renang hingga gym.

Untuk harganya, Fredy menyebut Sakura Garden City sangat kompetititf. Pasalnya, harga rata-rata unit apartemen di Jakarta saat ini mencapai Rp29,2 juta/m2 sementara di Sakura Garden City dipasarkan seharga Rp20 juta-Rp21 juta/m2, bahkan saat ini ada promo sehingga harganya hanya Rp19 juta/m2.