HousingEstate, Jakarta - Pasar properti diharapkan cepat pulih dengan adanya insentif dari pemerintah untuk meningkatkan pembelian properti  dengan memberikan diskon PPN 50-100 persen (Maret-Agustus 2021), serta mengizinkan perbankan memberikan KPR hingga 100 persen. Banyak developer yang merasa insentif tersebut masih belum cukup untuk menarik konsumen sehingga mereka memberikan insentif tambahan, misalnya free bea perolehan ha katas tanah dan bangunan (BPHTP). Jadi pajak  yang seharusnya dibayar konsumen, ditanggung developer. Ada juga developer yang memberikan free biaya KPR, dll.

Singkatnya, insentif dari pemerintah dan developer tersebut jika digabung jumlahnya sangat signifikan. Misalnya, rumah harga Rp800 juta, akan mendapatkan potongan PPN Rp80 juta.  Kalau misalnya developer memberikan promo free BPHTB maka akan ada tambahan potongan lagi Rp33 juta. Apalagi jika developer masih kasih free biaya KPR, konsumen bisa menghemat total hampir Rp150 juta…..wow!

Sekarang memang saatnya beli rumah. Tapi jangan terbuai dengan besarnya dana yang bisa dihemat, konsumen juga tetap harus  jeli sebelum menjatuhkan pilihan. Misalnya, memilih rumah yang tidak banjir, Caranya? Secara kasad mata cari rumah yang lokasinya di tempat yang tinggi dan drainasenya bagus. Atau, bisa juga dengan menanyakan ke developer, apa saja uapaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir di perumahan yang dikembangkan. Biasanya upaya itu dituangkan di masterplan. Atau, bisa pula bertanya dengan masyarakat di sekitar proyek yang Anda incar.

Point soal banjir ini sangat penting. Karena belum lama wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang,  dan Bekasi (Jabodetabek) mengalami banjir cukup besar akibat intensitas curah hujan yang ekstrem. Menurut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Jakarta akan   mengalami banjir jika intensitas curah hujan di atas 100 milimeter dalam sehari. Hal ini disebabkan oleh sistem drainase di Jakarta yang dirancang untuk  dapat menampung curah hujan berkisar 50 hingga 100 mm/hari.

Berdasarkan pengalaman banjir dapat mengganggu keamanan, kenyamanan, kesehatan, dan produktivitas masyarakat, bahkan dapat merusak rumah sehingga mengakibatkan kerugian material. Dengan memiliki infrastruktur pengelolaan air yang baik, lahan dengan tingkat penyerapan air tinggi, sistem  drainase yang baik, serta keberadaan waduk dan danau tempat air hujan disimpan, akan membantu suatu daerah untuk menyerap curah hujan lebih baik lagi.

Salah satu developer yang berupaya agar proyeknya aman dari ancaman banjir adalah SwanCity yang bekerjasama dengan Mitsubishi Estate Residence membangun hunian yang diberi nama Daisan (27,7 ha). Lokasinya  tidak jauh dari pintu tol  Cikupa, Tangerang, di ruas tol  Jakarta-Merak.  Developer mengklaim Daisan dibangun dengan konsep masterplan yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan mengantisipasi terjadinya banjir.

Upaya yang dilakukan antara lain dengan membangun tiga danau untuk penampungan air hujan, drainase yang terencana, dan menyediakan area resapan air berupa taman di berbagai tempat di dalam perumahan. Dalam siaran persnya diterangkan, bahwa Daisan memiliki rasio hijau 30 persen dibanding keseluruhan pengembangan hunian. Tujuannya untuk memberikan kualitas hidup yang lebih baik dengan lingkungan yang lebih asri.

Rumah yang dipasarkan antara lain tipe The Villa (3 kamar tidur dan 3 kamar mandi)  ukuran kaveling 4×10 dan luas bangunan 73,5 m2 harga Rp1 miliar, sedangkan untuk tipe Flexible (4 kamar tidur dan 4 kamar mandi) ukuran kaveling 5×10 luas bangunan 97,7 m2 harga Rp1,3 miliar. Semua rumah dibangun tiga lantai.