HousingEstate, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan hingga 5 April 2021  masyarakat yang sudah divaksin mencapai 12,7 juta orang atau ranking kedelapan di dunia.”Sekarang kemampuan suntik vaksin kita sudah 500.000 orang per hari,” tambak mantan Dirut Bank Mandiri itu.

Tahap awal diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dan lanjut usia (lansia). Pemerintah mendahulukan lansia karena risikonya  tinggi. Rasio meninggal empat hingga lima kali  dibanding yang muda. Dia mengemukakan pelaksanaan vaksin di negara kita tergolong cepat karena didukung infrastfuktur seperti tersedianya 10.000 Puskesmas di seluruh tanah air. Bahkan di sejumlah  pulau-pulau kecil pun tersedia rumah sakit.

Melihat keseriusan pemerintah dalam menanggulangi pademi covid-19 tersebut para pelaku bisnis optimis menatap 2021. Masing-nasing industri memiliki cara sendiri  untuk bangkit dari periode sulit ini. Contoh Sinar Mas Land tahun ini akan memperbanyak penawaran rumah kompak dengan desain milenial agar performa penjualannya tumbuh lebih tinggi dibanding penjualan tahun lalu. Berdasarkan data, animo masyakat mencari hunian apalagi rumah tapak terutama di Jabodetabek tinggi sekali. Namun mereka menghadapi kendala dayabeli. “Oleh karena kami tahun ini akan memperbanyak penjualan rumah kompak dengan harga terjangkau,” ujar Alim Gunadi, Managing Director Sinar Mas Land  menjawab pertanyaan salah satu audiens pada Forum Indonesia Bangkit dengan tema “Strategi Sektor Kesehatan Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional,” yang diselenggarakan Bank CIMB Niaga Selasa (6/4) yang digelar secara virtual.

Menurut Alim, Sinar Mas Land akan memberikan diskon yang menarik, free Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), merealisasikan stimulus yang dikeluarkan pemerintah seperti bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dll. Ia optimis jika sektor properti bangkit  akan berdampak positif terhadap 174 industri terkait.

Pembicara lain dalam forum itu adalah Wakil Presiden Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Presdir PT Sumber Alfaria Trijaya  Tbk (Alfamart) Hans Prawira, dan CEO RS Siloam Carolina Gunadi.

Anggara Hans Prawira mengungkapkan jika tahun lalu industri ritel mengalami kontraksi sebesar 5,9 persen akibat daya beli yang menurun dan pembatasan jam operasional, di bulan puasa tahun ini  akan ada kenaikan penjualan yang signifikan. “Kami optimistis pada bulan puasa tahun ini akan semarak,” ujarnya.

Presdir Bank CIMB Niaga Tigor Siahaan mengemukakan saat ini Indonesia dan hampir seluruh  negara sedang menghadapi situadi ekonomi menantang yang dimulai dari krisis kesehatan sebagai akibat pandemi. Pemulihan ekonomi perlu dimulai dari pemulihan kesehatan di antaranya melalui program vaksinasi yang tengah digencarkan pemerintah.

“Kita bersyukur krisis keuangan tidak terjadi sebab pemerintah dan regulator mengambil langkah yang cepat dan tepat untuk menanganinya. Meski demikian pemulihan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak tapi diperlukan kolaborasi lintas sektoral. Forum Indinesia Bangkit bisa menjadi wadah untuk menstabilisasi hal tersebut,” ujar Tigor.

Sejak awal pandemi, CIMB Niaga konsisten mendukung pemerintah, nasabah, karyawan dan masyarakat untuk meredam dampak yang terjadi antara lain melalui gerakan sosial #SolidLawanCovid yang bertujuan membantu masyarakat yang terdampak dan mendukung perjuangan para tenaga medis.

CIMB Niaga juga mengimplementasikan program relaksasi kredit bagi nasabah yang memenuhi ketentuan sehinggsa bisa menghadapi tantangan dan mempertahankan kelangsungan usahanya.