HousingEstate, Jakarta - Sinarmas Land (SML) terus mengembangkan produk-produk baru dengan konsep yang inovatif di BSD City, Serpong, Tangerang, Banten. Menyusul hunian milenial di kawasan Tabebuya dan klaster Freja Suites kini SML bersiap meluncurkan klaster Myza dengan konsep serupa.  Berbeda dengan di beberapa klaster sebelumnya yang kavelingnya 5×10, Myza dibangun di kaveling lebih mini. Dimensinya 3×10 (30 m2) dengan bangunan 41 m2 (41/30). Rancangan ruangnya sama dengan sebelumnya split level.

Dengan dimensi 3×10 tata  tata ruangnya dibuat lebih kompak dan efisien.  SML menyebut produk terbarunya itu dengan istilah Flathouse.  Konsep yang ditawarkan adalah hunian post pandemic untuk milenial.  Harganya paling terjangkau di BSD Rp878 juta. Setelah didiskon  harganya menjadi Rp768 juta tunai. Ini lebih terjangkau dari Fleekhouz, klaster pertama milenials home yang dilansir tahun lalu seharga Rp800 jutaan.

Seperti klaster sebelumnya Myza dipasarkan fully furnished dengan rancangan smart furniture. Rumah dilengkapi smart door lock. Bangunannya terdiri tiga level yang dapat difungsikan untuk work from home (WFH). Lantai dasar dirancang untuk area kerja dilengkapi meja  kerja dan kursi. Selain itu ada semacam sofabed yang dapat ditarik untuk istirahat. Area kerja  dengan tangga dibatasi kisi-kisi yang diaplikasikan secara vertical. Level dua dimanfaatkan untuk ruang keluarga, ruang makan, kitchen, dan powder room. Kamar utama diletakkan di lantai paling atas dilengkapi kamar mandi dalam.

Kendati bangunannya kecil system pencahayaannya bagus dengan bukaan-bukaan kaca transparan.  Dinding lantai dasar menggunakan kaca sehingga ruangan tampak terang. Ini dikombinasi warna-warna terang dan calm seperti putih, krem, dan tekstur kayu mentah yang membuat ruangan tidak terkesan sumpek.

Myza Flathouse terletak di bagian West BSD. Lokasinya dekat dengan pintu tol keempat BSD dan berdekatan juga dengan rencana pembangunan sekolah Penabur.