HousingEstate, Jakarta - Di masa pandemi ini rumah yang paling dicari konsumen adalah rumah yang harganya terjangkau,  mengusung  konsep skandinavian, modelnya simple, dan dilengkapi bukaan lebar. Demikian kata Thomas Go, CEO PT AKR Land Development, saat menjadi pembicara di webinar bertajuk “Tren dan Strategi Pemasaran Properti 2021.

Thomas Go mencontohkan rumah milenial dengan luas bangunan 28 m2 hingga  40 m2 yang timnya pasarkan di proyek Kawanua Grand City Manado, Sulawesi Utara, yang sangat cepat terserap pasar.  Demikian pula di kawasan Jabodetabek, rumah dua lantai luas 50- 60 m2 dengan konsep Skandinavia paling dicari konsumen. Kemudian perumahan yang mengusung konsep healthy:  setiap rumahnya memiliki ventilasi banyak agar sirkulasi udara di dalam rumah maksimal, menyediakan area terbuka hijau yang luas untuk wahana berinteraksi warga juga diminati konsumen.

Sementara untuk apartemen, yang  diminati konsumen di era pandemi adalah hunian vertikal yang berada di kawasan super blok  di tengah kota. Pasalnya, konsep super blok yang fasilitasnya lengkap, dan ke mana-mana serba dekat, dapat membatasi mobilitas orang. Selaras dengan himbauan pemerintah untuk  menerapkan 5 M. Selalu memakai masker, sering mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dengan lawan bicara,  menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas/berinteraksi dengan sesame.

Ia mencontohkan proyek yang dipasarkan yaitu mixed use AKR Gallery West di Jl Panjang Jakarta Barat. Dengan tinggal di apartemennya  penghuni bisa membatasi mobilitasnya sehingga mengurangi resiko terpapar covid-19. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tinggal jalan ke supermarket yang tersedia di AKR Gallery West. “Demikian juga kalau mau kerja bisa jalan kakai ke office tower yang juga tersedia di AKR Gallery West,” ujarnya.

Pembicara lainnya adalah  Country Manager Rumah.com Marine Novita, Ketua DPD Arebi DKI Jakarta Clement Francis, dan Secured Loan Managerof  Bank OCBC NISP Fredi Hermanto.

Dalam webinar itu Marine  Novita mengungkapkan bahwa berdasarkan survey rumah.com, 30 persen konsumen menyatakan membeli properti di tahun ini.  Dari jumlah itu sekitar 60 persen konsumen membeli  untuk dihuni sendiri dan sisanya untuk investasi.

Rumah yang banyak dicari konsumen tahun ini berharga di bawah Rp1 miliar. Untuk rumah harga di bawah Rp500 juta paling banyak dicari, sedangkan rumah di kisaran Rp500 juta hingga Rp700 juta menduduki posisi kedua.

Masih menurut Marine, 60 persen konsumen menunda rencana membeli rumah akibat pandemi. “Mereka menunda karena merasa kesulitan datang ke lokasi properti  akibat pembatasan Sosisl Berskala besar (PSBB). Properti seeker mengutamakan keselamatan karena Covid-19,” katanya.

Meski demikian Marine menyarankan agar konsumen beli sekarang, memanfaatkan stimulan yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti bebas Pajak Pertambahan Nilai untuk rumah sudah jadi yang berlaku hingga akir Agustus mendatang, dan down payment (uang muka)  0 persen, serta diskon yang cukup besar dari developer. Apalagi bank penyalur KPR juga banyak yang menawarkan bunga KPR sangat ringan. “It’ s time  to buy property,” tutur Marine.

Tentang KPR,  Fredi Hermanto mengungkapkan bahwa Bank OCBC NISP sekarang sedang menggelar promo KPR Easy Start untuk kalangan milenial dengan tenor yg cukup lama. Program ini menawarkan cicilan berjenjang sesuai dengan kenaikan gaji debitur.  Dengan menggunakan program ini, si nasabah bisa memiliki rumah berharga Rp1 miliar, sedangkan kalau menggunakan KPR bank lain hanya bisa membei rumah berharga Rp621 juta.