HousingEstate, Jakarta - Bank CIMB Niaga di minggu keempat bulan April 2021 ini  kembali meluncurkan promo baru KPR Xtra Maxi dengan suku bunga ringan sebesar 6,60 persen fixed selama enam tahun. Penawaran KPR dengan suku bunga yang menarik ini dimaksudkan untuk meringankan beban sekaligus mempercepat  konsumen merealisasi impiannya memiliki rumah di tengah pandemi Covid-19.

Promo KPR Xtra Maxi ini berlaku untuk pembiayaan rumah yang dikembangkan oleh developer terkemuka yang sudah melakukan kerjasama dengan Bank CIMB Niaga seperti Sinar Mas Land, Summarecon, PT Intiland Development, Tbk,  Alam Sutera, Ciputra Group, Kota Baru Parahyangan, Jaya Land, Pakuwon, dll.

“KPR Xtra ini juga berlaku untuk rumah yang dipasarkan oleh agen properti terkemuka seperti Century, Era, Rimex Surabaya, dan sejumlah broker lain. Program ini berlaku hingga 31 Juni mendatang,” ujar Heintje Mogi, Mortgage and Indirect Auto Business Head PT Bank CIMB Niaga,Tbk. kepada www.housingestate.id  Rabu (28/4).

Selain menawarkan suku bunga yang ringan di enam tahun pertama, KPR Xtra Maxi ini juga menawarkan tenor yang panjang hingga 25 tahun sehingga cicilannya menjadi ringan, cocok bagi pasangan milenial yang ingin segera memiliki rumah idaman. Rumah yang dibiayai harganya tidak dibatasi, sesuai  kemampuan finansial  debitur.

“KPR dengan suku bunga 6,60 persen  fixed untuk enam tahun pertama adalah yang pertama di Indonesia. Saya sarankan kepada konsumen  segera  memanfaatkan pengalaman memiliki rumah melalui fasilitas KPR Bank Niaga. Waktunya terbatas hingga akhir Juni mendatang,” tambah alumni Fakultas Hukum Uninversitas Katholik Parangan Bandung ini.

Lembaga keuangan milik investor Malaysia ini menargetkan penyaluran KPR sepanjang tahun ini sebesar Rp8,5 triliun.   Pada kwartal pertama tahun ini CIMB Niaga sudah  mencairkan KPR sebesar Rp2,1 triliun sehingga per Maret 2021 total KPR yang disalurkan  naik menjadi Rp36,4 triliun.

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu KPR CIMB Niaga tumbuh 5,3 persen secara year on year (YOY)  atau jauh di atas pertumbuhan KPR perbankan nasional yang sebesar 3 persen YoY. Selama periode Januari- Maret lalu rumah yang paling diminati konsumen berharga di bawah Rp1,5 miliar dengan plafon KPR rata-rata di bawah Rp1 miliar.

“Meski kondisi ekonomi nasional  masih lesu akibat pandemi Covid-19, performa KPR kami naik cukup signifikan di atas KPR perbankan nasional. Mudah- mudahan kondisi ekonomi di kwartal kedua dan seterusnya membaik,” harap Yance.