HousingEstate, Jakarta - Dulu sebagai hunian urban apartemen lebih menonjolkan fasilitas gaya hidup (lifestyle), seperti club house, gym, kafe, spa, lounge, sauna, dan lain-lain. Kini di saat pandemic fasilitas-fasilitas itu belum cukup, dibutuhkan fasilitas tambahan  untuk mendukung aktifitas kerja penghuni di apartemen, baik berupa co-working space atau SOHO (small office home office), serta internet berkecepatan tinggi.

Di Jakarta ada sejumlah apartemen yang  dirancang  menyediakan co-working space atau SOHO. Contoh 1 Park Avenue (Gandaria, Jakarta Selatan), dan 57 Promenade (Kebon Melati, Jakarta Pusat). Keduanya dikembangkan oleh Intiland Development.  “Co-working space 1 Park Avenue berada di lantai dua memiliki akses sendiri terpisah dari apartemen,” ujar Prananda  Herdiawan,  Corporate Communication Manager Intiland. Intiland tidak banyak menyediakan fasilitas gaya hidup karena lokasinya dekat Gandaria City (Gancit), salah satu mal terbesar di Jakarta dengan 500 outlet. Jadi, untuk hangout atau ketemu klien dapat dilakukan di Gancit yang hanya menyita waktu kurang dari lima menit berjalan kaki.

Di 57 Promenade (3,2 ha) lebih komplit. Di proyek mixed use development ini akan dilengkapi ritel, kantor strata title, dan boutique office yang  dibangun di tahap dua. Fasilitas komersial itu dihadirkan untuk menyesuaikan dengan lokasinya yang dekat Bundaran Hotel Indonesia.  Sebagai apartemen kelas atas ada fasilitas tambahan seperti outdoor lounge yoga center, library, sunset deck, dan business center.

Lokasi 57 Promenade   dekat Grand Indonesia Mall, Plaza Indonesia, koridor MH Thamrin dan Jend Sudirman. Menuju stasiun MRT, LRT, dan kereta bandara juga dekat.

Di Jl Jend Gatot Subroto, Jakarta Selatan, salah satu apartemen yang menyediakan co-working space adalah Samara Suites yang dibangun Synthesis Development. Selain co-working di dalamnya dilengkapi business center, convenience store, lounge, dan meeting room. “Konsep yang kami tawarkan praktis, fleksibel dan efektif. Di sini orang bisa tinggal sekaligus melakukan aktifitas bisnis,” kata Julius Warouw, Managing Director Synthesis Development. Superblok ini juga akan dilengkapi dua gedung perkantoran: high end office tower untuk disewakan dan kantor butik dijual strata title.

Trans Park Bintaro di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan,  yang dikembangkan CT Group juga menyediakan SOHO, jumlahnya cukup banyak mencapai 170 unit  yang tersebar di lima lantai di tower Manhattan. Di atas lantai SOHO  itu baru unit-unitnya dipakai untuk residensial. Di North Wing jumlahnya 660 unit, dan South Wing 260 unit. Trans Park Bintaro yang dikembangkan di area seluas 1,7 ha mencakup dua tower  apartemen, pusat hiburan, ritel, Trans Studio, dan mal.

Di Serpong, Tangerang, Banten, apartemen yang menyediakan co-working space dan SOHO antara lain Upper West yang dibangun Sinarmas Land (SML) di BSD City. Selain itu ada fasilitas lifestyle dan area komersial.  “Konsepnya  the living hub, pengembangannya mengkombinasikan living, playing and working,” ujar Nurhadi Lie, Head of Project Commercial BSD City. Bangunan dua tower itu mencakup empat klasifikasi: apartemen, SOHO, office, dan ritel.

Menurut Nurhadi,  konsep ini ditawarkan untuk mengakomodir kalangan milenial yang gaya hidup (life style)-nya serba praktis dan efisien. Semuanya menyatu, mau ke tempat kerja tinggal turun, demikian juga ke tempat life style. Rancangannya terbagi dalam empat zona. Area bawah untuk lifestyle dan ritel, di atasnya offices & co-working, kemudian SOHO, dan paling atas untuk hunian.