HousingEstate, Jakarta - Heintje Mogi, Mortgage and Secured Loan Business Head Bank CIMB Niaga, mengusulkan kepada pemerintah  agar masa berlaku stimulus fiscal Pajak Pertambahan Nilai (PPN) diperpanjang supaya memberikan hasil yang lebih optimal. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 21/KMK/010/2021 pemerintah memberikan diskon 100 persen PPN rumah dan apartemen siap huni harga Rp2 miliar ke bawah dan memberikan diskon 50 persen untuk rumah dan apartemen harga di atas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar, berlaku mulai 1 Maret hingga 31 Agustus 2021.

Menurut Heintje stimulus diskon PPN tersebut memberikan yang cukup bagus tapi akan lebih bagus lagi jika diperpanjang, misalnya hingga 31 Desember sehingga developer yang tidak punya rumah siap huni dapat menyiapkan rumahnya. “Bagi developer yang jual rumah inden   waktu membangun rumahnya kurang dari empat bulan,  terlalu pendek,” tambah Heintje.

Dia juga mengusulkan agar kebijakan PPN rumah ini tidak hanya berlaku untuk rumah ready stock. “Seharusnya asosiasi pengembang seperti Real Estate Indonesia (REI) lebih tepat menyampaikan usulan ini kepada regulator,” katanya.

Stimulus untuk industri properti termasuk plafon pemberian kredit atau loan to value (LTV) hingga 100 persen yang memungkinkan down payment (DP)  atau uang muka KPR 0 persen, sudah mulai dirasakan dampaknya, khususnya terhadap penjualan KPR CIMB Niaga. Dilihat secara tahunan (year on year /YOY), selama kuartal pertama 2021 realisasinya kurang lebih naik 5 persen dibanding kuartal pertama tahun lalu. Selama kuartal pertama tahun ini, lembaga keuangan milik investor Malaysia ini sudah menyalurkan KPR baru sebesar Rp2,1 triliun sehingga outstanding per Maret sudah mencapai Rp36,4 triliun. “Jauh di atas rata- rata industri nasional sebesar 3 persen. Jadi cukup baiklah,” ujar alumni Fakultas Hukum Universitas Khatolik Parahyangan (Unpar) Bandung.

Menurut dia, performa KPR CIMB Niaga jauh tumbuh di atas rata-rata perbankan nasional karena Bank CIMB Niaga memiliki program Pricing Palugada (apa yang lu (kamu) minta gue (aku) ada). “Sehingga apa saja kebutuhan nasabah untuk KPR CIMB Niaga itu ada,” tutur Heintje.

Program yang paling diminati oleh konsumen adalah KPR Xtra Pasti (Kepastian angsuran sepanjang tenor). Pilihan tenor ada dua : tenor 10 tahun dengan suku bunga fixed 9,50 persen dan fixed 15 tahun sebesar 12 persen.

Kemudian program Angsuran fixed & floating hingga 25 tahun untuk rumah primary : fixed 3 tahun dengan suku bunga 5 persen, ada juga fixed 5 tahun dengan suku bunga 6 persen dan fixed 6 tahun dengan suku bunga 6,60 persen. Sementara untuk rumah seken, program fixed tiga tahun suku bunganya 5 persen, fixed lima tahun 6 persen dan fixed enam tahun sebesar 7,60 persen.

Berikutnya ada program take over. Plihannya ada fixed tiga tahun dengan suku bunga 5,75 persen, fixed lima tahun 6,75 persen dan fixed enam tahun 7,60 persen. “Yang lainnya ada program Multiguna yang terdiri fixed tiga tahun 7 persen dan fixed lima tahun sebesar 8 persen,” ungkap Heintje.

Yang lainnya ada KPR Xtra Bebas dimana angsuran terus turun selama lima tahun pertama, ada tahun 1- 2 dengan rate 8 persen, ada tahun 3-4  rate-nya 7,75 persen dan tahun berikutnya Sukubunga Bank Indonesia (SBI + 5,5 persen.

Tersedia juga program Smart Rate (floating dengan acuan yang jelas dan transparan) . Untuk tenor lima tahun ke bawah rate-nya SBI + 4 persen, tenor lima hingga 10 tahun suku bunganya SBI + 4,25 persen. “Program Palugada ini berlaku hingga 30 Juni,” tutur Heintje.