HousingEstate, Jakarta - Rumah mungil di perkotaan menjadi tren tak terelakkan. Ini konsekwensi dari semakin mahalnya harga tanah di perkotaan.  Agar terjangkau solusinya bangunannya dibuat mungil di kaveling yang juga sempit.  Tapi dengan konsep compact house, tata ruang optimal dan efisien hunian seperti ini tetap nyaman dan hommy.  Tren ini dapat dilihat di sejumlah township di sekitar Jakarta, misalnya di BSD City Serpong, Grand Wisata Bekasi,  Jababeka Residence Cikarang.  Di Jababeka Residence misalnya, bangunannya dua lantai seluas 36 m2 dan 54 m2 masing-masing di kaveling 30 m2 (4×7,5) dan 45 m2 (6×7,5).

Setiap rumah memiliki dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Rancangan bangunannya sangat efisien dan optimal. Tapak bangunannya berdiri di area berukuran 4×3,6 m dan 6×3,6 m. Lantai atas lebih luas dari lantai bawah.  Bangunannya dibuat menjorok ke depan 1,8 m lebih panjang dari lantai bawah. Dengan rancangan seperti ini lantai atas dapat diisi dua kamar tidur plus kamar mandi.  Rumah juga punya carport yang dapat menampung city car.

Kekinian

Seperti hunian mungil pada umumnya desainnya mengusung model modern minimalis. Detil fasadnya mengadopsi rumah modern gaya Belanda yang dicirikan dengan pola-pola segitiga seperti pada desain atap, garis-garis bidang permainan warna, dan bentuk bukaan bagian atas. “Karena mengambil langgam Belanda klasternya diberi nama Rotterdam,” ujar Eric Limansatoso, General Manager Corporate Marketing Jababeka Residence.

Ruangnya  yang terbatas  diolah dengan tatanan superkompak. Furniturnya dan merangkum berbagai fungsi.  Pengorganisasian seperti ini menciptakan atmosfir hommy dan ruangan terasa lega. Secara fungsional lantai bawah menjadi common room  menyerupai konsep apartemen loft. Di sisi kanan pintu masuk menyatu dengan area tangga terdapat pantry dengan bukaan ke car port.

Area bawah tangga dijadikan storage untuk menyimpan kulkas, meja makan lipat dan kursinya. Di sudut tersembunyi dekat pantry dipasang ambalan-ambalan kecil untuk menyimpan berbagai macam keperluan dapur. Interiornya dipercantik dengan pemilihan warna-warna pastel dan aplikasi panel kayu dikombinasi glassblock di sudut kiri terjauh. Pemakaian glassblock ini member kesan modern, clean, dan luas.

Cahaya alami

Area tangga dirancang  dengan tambahan lapisan kayu solid pada anak tangga dipadu pagar  vertikal berbahan besi hollow warna putih.  Jari-jarinya longgar sehingga tidak terkesan sumpek. Lantai dua sepenuhnya untuk area privat dieksplor dengan permainan warna, cahaya, dan ornament material yang mengombinasikan unsur modern dan natural.  Hasilnya kamar tidur terasa nyaman dan cozy.  Warnanya mengombinasikan putih, hijau tosca, grey, dan kayu mentah. Rommel menyatakan, warna-warna  pastel itu sengaja dipilih untuk mendapatkan ambience kekinian, ringan, dan muda.

Lantai dua konsepnya high ceiling melalui aplikasi atap miring. Ketinggian plafonnya 4,1 m sehingga ruangnya terkesan lebih lega. Pencahayaan almi masuk dengan optimal melalui bukaan cukup lebar yang ada di area bordes dan kamar tidur.  Konsep ini diterapkan sama di rumah tipe 36 dan 54. Bedanya  pada rancangan kamar. Tipe 36/30 kamarnya berjajar ke belakang dengan kamar mandi di sudut belakang. Untuk tipe 54 kamarnya berjajar ke samping mengikuti lebar kaveling (6 m) dengan kamar mandi diapit  kamar tidur. Karena itu kedua kamarnya memiliki bukaan dan ventilasi keluar.