HousingEstate, Jakarta - Endang Kawidjaja, Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), mengusulkan kepada pemerintah  agar masa berlaku stimulus fiscal Pajak Pertambahan Nilai (PPN) diperpanjang enam bulan sehingga semakin banyak developer yang dapat memanfaatkan insentif tersebut  dan memberikan dampak positif yang lebih baik lagi bagi  perekonomian nasional mengingat sector property terkait dengan 170 industri penunjang.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 21/KMK/010/2021 pemerintah memberikan diskon 100 persen PPN rumah dan apartemen siap huni harga Rp2 miliar ke bawah dan memberikan diskon 50 persen untuk rumah dan apartemen harga di atas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar, berlaku mulai 1 Maret hingga 31 Agustus 2021.

“Insentif PPN yang diberikan pemerintah sekarang baru bisa dimanfaatkan oleh developer yang memiliki rumah/apartemen ready stock. Tapi kalau diperpanjang enam bulan, developer yang  jual rumah inden akan ikut berpartisipasi. Enam bulan cukup untuk membangun rumah. Disamping itu akan semakin banyak masyarakat yang terbantu karena berkesempatan beli rumah yang lebih murah, minimal 10 persen,” katanya.

Bahkan, konsumen bisa mendapatkan harga rumah yang lebih murah lagi karena sekarang banyak developer yang menawarkan free bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dan free biaya KPR. Ditambah lagi plafon pemberian kredit atau loan to value (LTV) hingga 100 persen yang memungkinkan down payment (DP)  atau uang muka KPR 0 persen dan banyaknya bank yang memberikan paket bunga KPR rendah.

CIMB Niaga

Bank CIMB Niaga adalah salah satu bank yang  agresif meluncurkan paket-paket KPR yang dibutuhkan konsumen di saat panemi ini, antara lain dengan program KPR Xtra Pasti (Kepastian angsuran sepanjang tenor). Pilihan tenor ada dua : tenor 10 tahun dengan suku bunga fixed 9,50 persen dan fixed 15 tahun sebesar 12 persen.

Kemudian program Angsuran fixed & floating hingga 25 tahun untuk rumah primary : fixed 3 tahun dengan suku bunga 5 persen, ada juga fixed 5 tahun dengan suku bunga 6 persen dan fixed 6 tahun dengan suku bunga 6,60 persen. Sementara untuk rumah seken, program fixed tiga tahun suku bunganya 5 persen, fixed lima tahun 6 persen dan fixed enam tahun sebesar 7,60 persen.