HousingEstate, Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) yang popular dengan singkatan SMF dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berkolaborasi meluncurkan HOME, program pembiayaan mikro perumahan bagi nasabah Mekaar (Membina Ekonomi Kelarga Sejahtera) binaan PNM. HOME dapat digunakan untuk membeli atau renovasi rumah.

Peluncuran program HOME tersebut pertama dilakukan pekan lalu di Semarang, ibukota Provinsi Jawa Tengah. Menurut Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, program HOME diharapkan bisa membantu  percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang saat ini terus digenjot oleh pemerintah.  Karena dengan pembiayaan mikro HOME diharapkan sektor UMKM dan ultra mikro bisa kembali bergerak melalui usaha yang mereka lakukan dari rumahnya sendiri. “Melalui program HOME kami juga ingin ikut terlibat dalam pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDG’s) khususnya pada 11 aspek mengenai sustainable cities dan communities, khususnya sektor papan,” ujarnya.

Program HOME, jelas Ananta, juga menjadi bagian dari pelaksanaan perluasan mandat yang diterima SMF untuk mendukung peningkatan kapasitas penyaluran pembiayaan perumahan yang berkesinambungan baik dari sisi suplai maupun demand, sekaligus membuka akses yang lebih lebar kepada masyarakat untuk mendapatkan  hunian yang layak dan terjangkau.

Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PNM Sunar Basuki mengatakan, melalui program HOME ini pihaknya berharap dapat memberikan perbaikan dan meningkatkan ekonomi nasabah Mekaar agar kualitas hidupnya meningkat.

“Jadi selain aspek 11 tentang sustainable cities dan communities, program ini juga bagian dari SDG’s aspek ketiga yaitu good health dan weel bieng dan setelah ini kita akan masuk kepada aspek sanitasi,” katanya.

Saat ini jumlah nasabah Mekaar di seluruh Tanah Air sudah mencapai 9,5 juta orang. Mekaar sendiri merupakan pembiayaan modal untuk pelaku usaha ultra mikro dengan target anggotanya bisa memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam berusaha. Terbatasnya akses kepada pembiayaan modal kerja menjadikan kemampuan maupun keterampilan berusaha mereka kurang termanfaatkan.

Mekaar menerapkan sistem tanggung renteng yang diharapkan bisa menjembatani kesenjangan akses pembiayaan sehingga anggotanya bisa terus mampu mengembangkan usahanya.