HousingEstate, Jakarta - Menurut Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arief Sabaruddin, hingga saat ini data perumahan yang dibangun kalangan pengembang dan masuk ke aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) terus bertambah.

“Saat ini ada 1,08 juta listing rumah subsidi yang tercatat di aplikasi SiKumbang dan listing ini terus bertambah. Tentunya ini memudahkan kalangan pengembang untuk menampilkan listing produknya dan juga memudahkan masyarakat yang mencari maupun memilih unit rumah yang diinginkannya,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan, Jumat (18/6).

Arief menyebut, ada 21 asosiasi pengembang yang membawahi 9.436 pengembang dari seluruh Indonesia dan telah terdaftar di aplikasi SiKumbang. Sejak aplikasi ini dilucurkan pertangahan tahun 2020 lalu, telah masuk sejutaan stok perumahan dan itu kurang dari setahun bisa dipaparkan daftar yang bisa dipilih oleh masyarakat.

Aplikasi SiKumbang juga bukan hanya untuk menampilkan maupun melihat produk perumahan. Kita juga bisa melihat progres setiap perumahan yang tengah dipasarkan tersebut dengan tampilan yang menarik. Aplikasi ini menampilkan data secara real time terkait stok perumahan berupa laporan unit yang tengah dibangun, yang sudah terjual, dan sebagainya.

Kita bisa  melihat stok ini dengan sitem warna yang berbeda-beda. Misalnya warna kuning menunjukan stok rumah yang masih tersedia, warna hitam untuk rumah non subsidi atau komersial, dan warna merah untuk rumah yang sudah terjual. Termasuk beberapa informasi lain yang akan sangat memudahkan masyarakat maupun pengembang.

Untuk pengembang, kemudahan yang didapatkan antara lain bisa melihat lokasi mana saja yang telah dibangun dan yang menyediakan stok rumah subsidi melimpah. Dengan begitu bisa dicari alternatif lokasi lain sehingga bisa mencegah kalangan pengembang membangun di lokasi yang sama dan tidak pas dengan populasi atau demand pasarnya.

“Aplikasi SiKumbang ini akan memudahkan pengembang untuk melihat sebaran target pasar dan ini bisa untuk menentukan lokasi pengembangan proyeknya. Pengembang yang membangun di lokasi yang sama bisa memicu over spply dan penjualannnya akan lebih lama. Aplikasi ini juga memudahkan pemerintah untuk membangun infrastruktur penunjang rumah subsidi termasuk pemerintah daerah untuk mengetahui peris lokasi maupun kebutuhan hunian untuk rakyatnya,” jelas Arief.