HousingEstate, Jakarta - Prestasi penjualan Kota Baru Parahyangan di Jl Raya Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, sungguh luar biasa. Di tengah Pandemi Covid-19 penjualannya naik sangat signifikan. Pada semester pertama 2021 tumbuh  137 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Rumah paling diminati konsumen rata-rata di kisaran Rp2,5 miliar.

Kenaikan penjualan setinggi itu mayoritas diperoleh dari penjualan rumah dan ruko.  Tingkat pembatalan atau cancellaration rate juga turun hanya sebesar 10 persen,  bandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 17 persen. “Ini membuktikan keputusan konsumen membeli rumah di Kota Baru Parahyangan sudah pasti,” ujar Raymond Hadipranoto, Marketing Manager PT Bela Parahyangan Investindo, developer Kota Baru Parahyangan.

Selain melakukan inovasi produk sesuai kebutuhan konsumen di tengah pandemi, tingginya realisasi penjualan kota mandiri yang   sudah berusia 20 tahun ini juga didukung oleh banyak factor. Pertama, kualitas infrastruktur di dalam kawasan seperti jalan dan saluran yang rapi meski tatar (klaster) sudah terjual semua. Bandingkan dengan di perumahan-perumahan kebanyakan, jika klasternya sudah terjual habis maka developernya tidak peduli lagi terhadap kondisi jalan, saluran, dll.

Kedua, ada tambahan akses baru. Untuk melancarkan lalulintas di pertigaan Jl Raya Padalarang dan akses ke Gerbang tol Padalarang, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sejak Maret lalu sudah memulai pembangunan flyover sepanjang 350 meter yang menghubungkan gerbang tol Padalarang dengan Kota Baru Parahyangan. Dengan adanya flyover ini ke depan orang yang masuk dan keluar Kota Baru Parahyangan melalui gerbang tol Padalarang akan semakin dimudahkan.

Ketiga, kota mandiri berwawasan pendidikan ini sekarang fasilitasnya semakin lengkap. Untuk fasilitas pendidikan misalnya, sudah tersedia di semua tingkatan usia, dari tingkat kelompok bermain, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah , hingga perguruan tinggi. Sekolah yang sudah ada di Kota Baru Parahyangan adalah BPK Penabur, Al-Irsad, Classical Cahaya Bangsa, dan Damian International School. Sedangkan untuk jenjang perguruan tinggi ada Sekolah Tingggi Ilmu Kesehatan (STIKES) dan Universitas Maranatha Bandung. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari telah dibangun banyak komplek ruko dan hampir seluruhnya telah dipakai atau disewakan oleh pemiliknya untuk rupa-rupa usaha, misalnya minimarket, kafe, resto, salon kecantikan, kursus pendidikan, showroom kendaraan, butik, dll. Di luar itu  ada supermarket Giant dan belum lama  supermarket furniture IKEA juga sudah membuka outlet-nya.

Keempat, lingkungan dan komunitasnya. Di masa pandemi ini  konsumen tidak hanya melihat desain dan interior rumah saja  tapi juga melihat lingkungan dan komunitasnya. “Lingkungan dan komunitas di Kota Baru Parahyangan sudah terkenal bagus. Buktinya banyak penghuni yang mengajak saudaranya yang tinggal di kota Bandung berolah raga di tempat kami, apalagi Kota Baru Parahyangan sudah dilengkapi sport centre yang sangat lengkap dan lapangan golf,” tambah Raymond.

Kelima, fasilitas-fasilitas baru terus dibangun. Salah satunya Water Theme Park. Setelah tahap pertama selesai, sekarang untuk melanjutkan ke tahap berikutnya sedang menunggu tenaga ahli dari Kanada. “Menurut jadwal tenaga ahli wisata air itu tiba di tanah air pada medio tahun ini,” tutur Raymond. Fasilitas komersial lain yang segera hadir adalah Pizza Hut  yang sekarang lagi merampungkan interior outlet-nya di Bale Pare. Kemudian Bank Mandiri juga segera hadir di Financial Center.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah harga Rp1  miliaran, Januari lalu dirilis tatar baru Tarubhawana yang menawarkan rumah tipe 94/120  Rp1,77 miliar dan tipe 99/165  Rp2,18 miliar. Kemudian untuk mengakomodasi permintaan rumah di kisaran harga Rp4 miliar, akhir Mei lalu dipasarkan tatar Nayapati Residence yang terletak di antara tatar  Lokacitra dan Simakirana. Tatar terbaru ini menawarkan tipe 196/290 yang dilengkali empat kamar tidur berharga Rp3,91 miliar dan tipe 238/290 dilengkapi empat kamar tidur plus satu kamar pembantu yang dibanderol Rp4,34 miliar.

Setelah Pemberlakuan  Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berakhir, developernya berencana memasarkan komplek ruko dekat IKEA.