HousingEstate, Jakarta - Paramount Land secara resmi memperkenalkan proyek kota barunya yang paling anyar Paramount Petals. Lokasinya di sisi barat tol Jakarta-Merak, sederet dengan Lippo Karawaci. Saat ini untuk mengaksesnya lewat exit tol Bitung, hanya ke depan katanya akan memiliki  exit tol sendiri seperti terlihat di gambar 3D yang disebarkan oleh developernya.

Seperti halnya township Paramount Serpong di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Paramount Petals akan dikembangkan dengan konsep one stop living, semua serba ada. Di atas lahan seluas 300 hektar akan dibangun beragam jenis property, mulai dari landed house, komplek ruko, apartemen, perkantoran, mall, rumah sakit, hotel, dll.

“Kami melihat ada potensi yang sangat besar, di wilayah barat Jakarta ini  telah menjadi pusat pertumbuhan kota-kota baru yang didukung dengan infrastruktur yang terus berkembang. Dengan pengalaman mengembangkan Gading Serpong (700 ha) sejak tahun 2004, kami optimis akan kesuksesan Paramount Petals,” ujar AryoT. Ananto, Direktur Paramount Land.

Masterplan Paramount Petals dikerjakan oleh AEOCOM, sebuah masterplanner bertaraf internasional untuk mewujudkan sebuah kawasan yang loveable living. Pengembangannya sendiri akan dibagi menjadi dua kawasan besar di bagian utara dan selatan. Untuk tahap pertama ini yang dikembangkan di bagian selatan seluas 70 ha yang akan mencakup tujuh klaster hunian dengan rata-rata 250 unit rumah per klaster, tujuh blok ruko (rata-rata 30-40 unit per blok), dan berbagai fasilitas lain yang akan digarap selama 5-6 tahun.

“Pandemi Covid-19 juga menyadarkan kita akan pentingnya tempat tinggal dan bekerja  dengan lingkungan yang sehat dan nyaman dan itu yang akan diwujudkan di Paramount Petals. Lokasinya  yang strategis juga akan memudahkan konektivitas ke kota-kota di sekitarannya seperti Lippo Karawaci, Gading Serpong, maupun Jakarta yang semuanya bisa ditempuh hanya 10-25 menit,” imbuh Aryo.

Menurut Direktur  Sales & Marketing Paramount Land M. Nawawi, tahap pertama ini pihaknya akan segera meluncurkan klaster pertama yaitu Aster, rumahnya dikonsep satu lantai tapi seperti dua lantai karena high ceiling dan dilengkapi mezanin. Jadi tipe terkecil dengan dua kamar bisa memiliki ruang tambahan untuk berbagai kebutuhan. Klaster Aster ini akan diluncurkan bulan Agustus, tapi saat ini sudah banyak yang menitip dananya hingga 230-an unit,” katanya.

Tipe rumah yang ditawarkan di Klaster Aster ini mulai 35/60, 43/72, dan 50/84 seharga Rp600 jutaan hingga Rp1,1 miliar.