HousingEstate, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merampungkan pembangunan tiga ruas jalan tol baru sepanjang 69 km dan satu jalan lingkar sepanjang 17,4 km di sejumlah provinsi. Empat ruas jalan  baru ini siap beroperasi untuk meningkatkan konektivitas dan kelancaran lalu lintas maupun jalur logistisk sehingga bisa terus mendorong pertumbuhan ekonomi baru.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, kehadiran jalan tol yang akan terhubung dengan berbagai kawasan produktif seperti  kawasan industri, pariwisata, bandara, hingga pelabuhan bisa terus mengurangi biaya logistik, meningkatkan efisiensi, dan meningkatkan daya saing produk nasional.

“Kami menyelesaikan pembangunan tiga ruas jalan tol dan satu jalan lingkar ini bertepatan dengan momentum perayaan Indonesia Merdeka yang ke-76. Infrastruktur juga merupakan salah satu pilar pembangunan untuk terus meneguhkan kita sebagai bangsa. Dari berbagai aktivitas pembangunan ini juga diharapkan bisa menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus membantu pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya dalam siaran pers baru-baru ini.

Adapun ruas jalan tol  yang siap diresmikan merupakan bagian dari jalan tol pertama di Pulau Kalimantan yaitu tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) seksi 1 ruas Balikpapan-Samboja (22 km) dan seksi 5 ruas Sepinggan-Balikpapan (11,

1 km). Dua ruas ini melengkapi tiga ruas yang sudah diresmikan akhir 2019, yaitu seksi 2, 3, dan 4. Dengan demikian seluruh tahapan pembangunan tol Balsam telah selesai.

Setelah tol Balsam beroperasi penuh diharapkan bisa memangkas biaya logistik barang dan jasa serta waktu tempuh antara Balikpapan-Samarinda dari semula sekitar 3 jam menjadi hanya 1 jam. Dari lima seksi ruas tol tersebut, Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah memberikan dukungan pembangunan konstruksi di seksi 1 dan seksi 5 yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut.

Jalan Tol Balsam juga menjadi akses menuju Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. Akses menuju bandara ini dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit dengan melewati seksi 5 di ruas Balikpapan-Sepinggan.

Kemudian ruas tol kedua yang siap diresmikan adalah tol Serang-Panimbang seksi 1 sepanjang 26,5 km yang menghubungkan Serang-Rangkasbitung. Pembangunan tol Serang-Panimbang (83,67 km) yang terdiri dari tiga seksi tersebut dikerjakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Untuk seksi 1-2 menjadi porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) oleh PT Wijaya Karya Serang Panimbang dan seksi 3 porsi pemerintah.

Kehadiran Tol Serang-Panimbang akan memberikan kemudahan dan efisiensi waktu perjalanan seperti dari Jakarta menuju kawasan pariwisata Tanjung Lesung yang sebelumnya membutuhkan waktu tempuh hingga 4-5 jam menjadi sekitar 2-3 jam dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam sehingga mendukung pengembangan ekonomi wilayah Banten Tengah dan Banten Selatan dengan Banten Utara.

Ruas tol ketiga yang siap diresmikan pengoperasiannya adalah jalan tol layang dalam kota seksi Kelapa Gading-Pulo Gebang sepanjang 9,3 km. Seksi Kelapa Gading-Pulo Gebang ini akan terkoneksi dengan jaringan jalan tol JORR seksi E menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Marunda dan Pelabuhan Tanjung Priok. Seksi ini merupakan bagian dari pembangunan tahap 1 jalan tol layang dalam kota dengan investasi yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT Jaya Konstruksi-PT Adhi Karya (KSO).

Selain jalan tol, terdapat satu ruas jalan nasional yang siap diresmikan yakni jalan lingkar Brebes-Tegal di Provinsi Jawa Tengah sepanjang 17,4 km. Jalanini akan mendukung konektivitas dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah Brebes dan Tegal yang merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi wilayah di koridor tol Trans Jawa di sekitar Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Pembangunan Jalan Lingkar Brebes-Tegal menggunakan APBN Kementerian PUPR cq Ditjen Bina Marga yang dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk sejak Desember 2019. Keberadaan jalan ini diharapkan juga mendukung kelancaraan arus lalu lintas di Kota Brebes pada khususnya karena jalur pantura yang masuk dalam Kota Brebes akan memiliki jalur alternatif sehingga jalan dalam kota lebih awet karena tidak dilintasi kendaraan besar serta dapat menekan angka kecelakaan di jalan nasional Kota Brebes.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementeriann PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan, untuk waktu peresmian resmi tiga jalan tol baru dan jalan lingkar ini tinggal menyesuaikan dengan jadwal Istana. “Intinya kami sudah siap bahkan serttifikat laik operasi juga sudah terbit. Semoga peresmian dan pengoperasian ruas jalan ini menjadi kado dalamm rangakaiann peringatan HUT Indonesia,” tandasnya.