HousingEstate, Jakarta - Akhir pekan lalu Ciputra Group melansir program Ciputra Festival 4.0, bersamaan dengan perayaan 40 tahun grup usaha yang didirikan dedengkot bisnis properti Ciputra itu. Festival yang merupakan pameran virtual seluruh proyek Grup Ciputra di berbagai kota di Indonesia dan luar negeri itu, berlangsung sampai akhir Desember 2021. Tujuan festival mendekatkan proyek-proyek Ciputra dengan calon konsumen sekaligus tentu saja menggenjot penjualan.

Menurut siaran pers Ciputra Group akhir pekan lalu, selama semester pertama 2021, penjualan atau marketing sales Ciputra Group mencapai Rp3,56 triliun atau 61 persen dari target tahunan Rp5,87 triliun. “Dibanding semester satu 2020, penjualan itu naik 77 persen. Kami optimis tren positif itu berlanjut sehingga target tahunan tercapai. Pencapaian kami didukung oleh reputasi perusahaan yang baik, manajemen yang berpengalaman, kajian yang baik terhadap minat pasar, inovasi produk, kesiapan tim marketing digital, dan insentif pemerintah,” kata Candra Ciputra, Direktur Utama Grup Ciputra.

Tahun lalu Ciputra berhasil membukukan pendapatan Rp8 triliun dengan laba bersih Rp1,3 triliun. Tahun ini target pendapatan itu tidak disebutkan. Penyumbang utama pendapatan Ciputra Group adalah proyek perumahan, apartemen, perkantoran, ruko, ditambah jasa mal, rumah sakit, hotel, ruang kantor, dan rumah sakit.

Sejumlah proyek, klaster perumahan, dan tower apartemen baru diluncurkan tahun lalu dan tahun ini. Antara lain di Tangerang Mal Ciputra, CitraLand Mark di Ciracas (7 ha) Jakarta, CitraLand Puncak Tidar Malang (32 ha), sejumlah klaster di Citra Maja Raya di Lebak-Banten, dan Citra Raya di Tangerang-Banten, Citra Sentul Raya di Bogor-Jawa Barat, CitraGarden Puri di Jakarta, CitraLand Talassa City di Makassar-Sulawesi Selatan, Ciputra Beach Resort di Bali,  tower Lotus di CitraGarden City di Jakarta, dan berbagai proyek lain di Medan, Malang, dan lain-lain.