HousingEstate, Jakarta - Performa penyaluran KPR CIMB Niaga semakin bagus.  Hingga kuartal ketiga 2021 sudah berhasil menyalurkan KPR sebesar Rp7 triliun. Dibanding dengan penyaluran periode yang sama tahun lalu (year on year/YOY), penyaluran KPR periode Januari- September tahun ini tumbuh 26 persen. “Secara internal  target penyaluran KPR tahun ini sudah tercapai di kuartal ketiga tahun ini, namun kami terus berupaya untuk mencapai yang lebih tinggi agar ikut mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya properti. Kami harapkan di kuartal keempat  bisa menyalurkan KPR sebesar Rp2 triliun hingga Rp2,5 triliun,” ujar Heintje Mogi, Head of Non Branch Channel Bank CIMB Niaga   kepada www.housingestate.id Rabu (13/10).

Dengan penyaluran KPR yang tumbuh signifikan itu membuat fortopilio juga terkerek  menjadi Rp38,26 triliun atau tumbuh sebesar 8 persen YOY. Yang fenomenal  adalah kontribusi KPR Syariah pada kuartal ketiga tahun ini sebesar 53 persen sehingga secara fortopolio menyumbang 43 persen terhadap fortopolio KPR CIMB Niaga.

Menurut Heintje, penyaluran KPR CIMB Niaga tumbuh sangat signifikan di tengah pandemi Covid-19, pertama, karena Bank CIMB Niaga menjaga suku bunga/margin KPR yang kompetitif dan menarik di market. Kedua, dampak dari insentif pajak pembelian untuk rumah primary siap huni dari pemerintah. Ketiga, adanya pelonggaran loan to value (LTV) yang diberikan oleh Bank Indonesia. Keempat, sinergitas dan kolaborasi yang aktif bersama asosiasi pengembang dan brokers.

Selama kuartal ketiga  rumah yang dibiayai di kisaran harga Rp700 juta hingga Rp1,5 miliar. “Seperti kuartal sebelumnya, kontribusi dari Jabodetabek sebesar 60 persen,” tambah mantan eksekutif Bank OCBC NISP itu.

Menurut Heintje, produk yang paling diminati debitur adalah X-tra Manfaat . Produk ini bisa membuat nasabah membayar bunga KPR hingga 0 persen melalui program bundling tabungan dengan KPR nasabah.

Dari awal tahun hingga September lalu, lembaga keuangan milik investor Malaysia ini sudah menawarkan beberapa program. Salah satunya adalah program  Berbagi Berkah yang berlaku dari April hingga Juni dengan promo suku bunga 3,50 persen untuk tahun pertama, tahun kedua hingga ketiga 5,50 persen, selanjutnya berlaku bunga floating rate.

Berikutnya program Pasti Fixed dengan suku bunga 8,66 persen selama sepuluh tahun. “Angsuran nasabah tidak mengalami perubahan selama tenor KPR sehingga nasabah memperoleh kepastian angsuran di tengah situasi yang tidak pasti saat ini,” tutur alumni Fakultas Hukum Universitas Katholik Parahyabgan (Unpar) Bandung itu.

Kemudian Program Pricing HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlaku hingga September lalu. Produk ini bisa dikombinasikan dengan produk X-tra Manfaat dan KPR Syariah. Suku bunganya 2,66 persen fixed tahun pertama, tahun kedua hingga ketiga 5 persen dan tahun selanjutnya floating rate.

Program ini adakah kerjasama dengan developer-developer terpilih seperti Sinar Mas Land, Summarecon, Ciputra Group, dll.

Di kuartal keempat tahun ini  Bank CIMB Niaga mengeluarkan program Year End dan New Year dengan suku bunga/margin 2,20 persen fixed tahun pertama, tahun kedua dan ketiga 5 persen dan selanjutnya berlaku floting rate. Program ini adakah event promo kerjasama Bank CIMB Niaga dengan developer- developer terpilih. Program ini bisa dikombinasikan dengan X-tra Manfaat dan KPR Syariah Syariah.