HousingEstate, Jakarta - BSD City, Serpong, Tangerang, Banten, terus melengkapi kawasannya dengan fasilitas baru di bidang infrastruktur dan transportasi. Fasilitas yang sedang disiapkan adalah Transit Oriented Development (TOD)  yang akan mulai diimplementasikan secara bertahap tahun 2022. Fasilitas baru smart mobility ini tujuannya untuk mentransformasikan layanan transportasi umum di BSD City.

TOD ini akan dibangun di lahan seluas 6 hektar. Letaknya  bersebelahan dengan Kawasan Intermoda (25 ha) yang saat ini sudah dilengkapi terminal bus untuk melayani rute angkutan umum di BSD City (BSD Link) dan  Trans  BSD  tujuan  Sudirman Central Business District (SCBD). Untuk mengembangkan TOD baru ini Sinar Mas Land (SML), pengembang BSD City, menggandeng Mitbana, perusahaan konsorsium antara Mitsubishi Corporation, Surbana Jurong Singapura, dan Sinar Mas Land. Untuk mengembangkan TOD ini mereka membentuk perusahaan baru PT Sinar Mitbana Mas. Keberadaan TOD ini bertujuan untuk memperbaiki aksesibilitas ke fasilitas umum, meningkatkan jumlah penumpang angkutan umum, meningkatkan konektivitas ke pusat kota Jakarta, dan mengurangi jejak karbon di BSD City.

Terobosan yang ditawarkan oleh PT Sinar Mitbana Mas  adalah pengenalan layanan demand-responsive yang merupakan solusi smart mobility baru dengan menggunakan algoritma cerdas. Sistem ini menghubungkan penumpang kereta komuter yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan jaringan bus BSD Link yang dioperasikan SML. Sistem tersebut akan menyesuaikan rute bus secara dinamis ketika terjadi perubahan kondisi lalu lintas perjalanan dan pola permintaan pengguna.

Layanan ini nantinya  akan terintegrasi dengan aplikasi ponsel yang sudah dimiliki BSD City, yaitu Onesmile. Smart mobility  ini juga akan disinkronisasi dengan waktu layanan kereta  komuter yang sudah terjadwal sehingga para penumpang dapat merencanakan perjalanan secara lebih baik ke dan dari pusat kota Jakarta. “Inovasi ini akan benar-benar menjadi game-changer dan menjadi landasan untuk infrastruktur transportasi umum  cerdas dan berkelanjutan di BSD City,” ujar Gareth Wong, Chief Executive Officer Mitbana dan Presiden Direktur PT Sinar Mitbana Mas, dalam rilis yang diterima housingestate.id, Senin (8/11).

Langkah besar ini menurut Theodore Thenoch, Chief Executive Officer Residential BSD City dan Wakil Presiden Direktur PT Sinar Mitbana Mas,  diambil untuk meningkatkan konektivitas transportasi umum di BSD City. Sinar Mas Land ingin menciptakan BSD City sebagai township mandiri di masa depan dengan menghadirkan solusi mobilitas yang efektif dan  komprehensif. Transportasi umum merupakan rencana jangka panjang untuk perjalanan yang lebih nyaman dari BSD City menuju Jakarta atau sebaliknya. “Tujuan utama dari  semua ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni BSD City,” katanya.

Untuk mengembangkan solusi transportasi ini kini tengah dilakukan studi perencanaan oleh SWAT Mobility,  perusahaan teknologi mobilitas pintar asal Singapura. Studi akan berlangsung selama enam bulan dengan melakukan evaluasi konektivitas layanan BSD Link yang telah tersedia. Dalam menjalankan studi ini SWAT bekerja sama dengan operator transportasi umum Singapura, SMRT Corporation. “Kami memiliki peluang luar biasa untuk memposisikan BSD City sebagai referensi transportasi umum yang berkelanjutan dan berorientasi pada penumpang. Di Indonesia teknologi SWAT telah dimanfaatkan untuk mentransfer sampel tes Covid-19 dari klinik ke fasilitas pengujian pusat di Jakarta dan Bekasi. Kami akan memanfaatkan pengalaman itu dalam operasional skala lokal untuk memastikan rencana di BSD City berhasil,” ujar Arthur Chua, Executive Chairman dan Co-Founder SWAT Mobility.