HousingEstate, Jakarta - PT Metropolitan Land Tbk (Metland) pada periode Januari-September 2021 mencatatkan pendapatan pra penjualan (marketing sales) sebesar Rp1,3 triliun atau 81 persen dari target tahun 2021 yang sebesar Rp1,6 triliun. Kinerja bisnis ini diraih dari penjualan properti sebesar Rp1,07 triliun dan pendapatan berulang (recurring income) Rp230 miliar.

“Kami otimistis hingga akhir 2021  kami bisa mencapai marketing sales sesuai yang ditargetkan, artinya memenuhi kekurangan Rp300 miliar. Kami juga berhasil membukukan laba bersih  Rp202 miliar atau naik 5 persen dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun 2020,” ujar Anhar Sudradjat, Presiden Direktur Metland saat paparan publik kinerja perusahaan secara virtual pekan ini.

Kinerja perusahaan hingga kuartal ketiga ini sejalan dengan kondisi perekonomian global dan Indonesia yang mengalami perlambatan akibat pandemi Covid-19. Beberapa kendala itu antara lain proyek residensial dan komersial yang masih terdampak PPKM khususnya pada periode dua bulan yang lalu.

Masyarakat konsumen maupun investor juga masih wait and see dan memilih menyimpan uangnya sambil melihat situasi pandemi. Namun seiring pelonggaran PPKM dan terus membaiknya penanganan pandemi, kinerja bisnis juga mulai bergerak dan terus memperlihatkan situasi yang makin positif.

Olivia Surodjo, Direktur Metland menambahkan, penurunan level PPKM kian menunjukkan optimisme pasar. Di sisi lain produk-produk residensial khususnya rumah tapak di lokasi-lokasi prospektif juga makin dicari konsumen dan karena itu perusahaan lebih fokus menyasar segmen ini.

“Kinerja perusahaan untuk periode Januari-September 2021 ini disumbang dari penjualan yang baik di Metland Cyber City, Metland Cibitung, dan Metland Menteng & Wisteria yang menjadi penyumbang terbesar marketing sales perusahaan. Di Metland Cyber City disumbang dari penjualan rumah di Klaster Northbend, Metland Menteng dari penjualan rumah di Klaster Jura dan Wisteria, sementara Metland Cibitung penjualannya melonjak karena didukung infrastruktur khususnya Stasiun Telaga Murni,” imbuhnya.

Sementara itu untuk segmen hotel, saat ini Metland telah mengelola empat hotel dan pada tahun ini akan bertambah dua menyusul  beroperasinya Hotel Horison Ultima Kertajati dan satu lagi di Puri, Jakarta Barat. Hotel Horison Ultima Kertajati dibangun di atas lahan seluas 10.890 m2 setinggi delapan lantai dan satu basement berkapasaitas 124 kamar tidur. Hotel ini dihadirkan untuk mengantisipasi penumpang dari Bandara Kertajati maupun masyarakat sekitar Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu, dan sekitarnya.