HousingEstate, Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mencatatkan pencapaian kinerja positif sampai dengan triwulan ketiga tahun 2021 di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih bergulir. Hal ini tidak lepas dari  peran SMF yang mengemban misi khususnya sebagai special mission vehicle pemerintah yang terus menjalin sinergi bersama pemangku kepentingan khususnya untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN) di sektor perumahan.

Menurut Direktur Utama SMF Anata Wiyogo, kinerja SMF yang cukup baik ditandai dengan pertumbuhan penyaluran pinjaman (pembiayaan) kepada lembaga penyalur KPR serta pendapatan usaha lainnya. SMF juga terus memaksimalkan peran sebagai fiscal tools Kementerian Keuangan dalam mendorong bangkitnya industri perumahan dari sisi suplai maupun demand sesuai perluasan mandat yang diberikan pemerintah kepada SMF.

“Hingga triwulan ketiga 2021 SMF berhasil menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR hingga Rp4,9 triliun sehingga  total akumulasi dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan sejak 2006 hingga 30 September 2021 mencapai Rp74,04 triliun,” ujarnya saat paparan kinerja SMF triwulan III 2021 dan Economic Outlook 2022 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (26/11).

Bila dirinci, SMF telah menyalurkan pembiayaan untuk penyalur KPR sebesar Rp61,10 triliun, sekuritisasi KPR Rp12,79 triliun, dan pembelian KPR sebesar Rp156 miliar. Dana yang dialirkan ini telah membiayai sebanyak 1,19 juta debitur KPR yang terdiri dari 61,05 persen pembiayaan, 18,38 persen KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), 20,45 persen sekuritisasi, dan 0,13 persen pembelian KPR.

Pada triwulan ketiga itu juga SMF telah merealisasikan penerbitan surat utang melalui Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I Tahun 2021 dengan tingkat bunga tetap sebesar Rp1,2 triliun. Obligasi ini adalah bagian dari Obligasi Berkelanjutan VI SMF dengan nilai target dana yang akan dihimpun sebesar Rp17 triliun.

Selain itu SMF juga menerbitkan sukuk mudharabah berkelanjutan II tahap I tahun 2021 sebesar Rp100 miliar. Sukuk mudharabah tersebut juga merupakan bagian dari sukuk mudharabah berkelanjutan II SMF dengan nilai target dana yang akan dihimpun sebesar Rp3,5 triliun.

Sampai  triwulan ketiga total surat utang yang diterbitkan berupa obligasi sebesar Rp3,1 triliun dan sukuk mudharabah sebesar Rp200 miliar. SMF juga aktif menerbitkan surat utang sejak tahun 2009 dan hingga akhir triwulan ketiga SMF sudah menerbitkan 49 kali penerbitan dengan jumlah Rp44,6 triliun. Ini terdiri dari 36 kali penerbitan obligasi dan sukuk mudharabah (penawaran umum) sebesar Rp39,8 triliun, 12 kali medium term notes (penawaran terbatas) sebesar Rp4,7 triliun, dan satu kali penerbitan surat berharga komersial sebesar Rp120 miliar.

“Penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari upaya kami dalam memenuhi peran sebagai penyedia likuiditas jangka panjang bagi penyalur KPR. Hal ini merupakan bagian dari komitmen SMF untuk mendukung ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” beber Ananta