HousingEstate, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan pelantikan pejabat Direktur Jenderal Perumahan yaitu Iwan Suprijanto yang menggantikan Khalawi Abdul Hamid. Adanya pelantikan pejabat Dirjen Perumahan tersebut diharapkan dapat memacu pembangunan perumahan khususnya program sejuta rumah untuk masyarakat di Indonesia di masa mendatang.

Pelantikan pejabat Dirjen Perumahan tersebut dilaksanakan  oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, pekan ini. Pengukuhan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 160/TPA Tahun 2021. Sementara itu Khalawi mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) mengganditkan Sugiyartanto.

“Penggantian pejabat di lingkungan Kementerian PUPR ini tentunya hal yang biasa dalam birokrasi. Setiap pegawai di Kementerian PUPR juga harus siap melaksanakan tugas dan amanah dengan sebaik-baiknya dan rotasi maupun promosi jabatan merupakan salah satu proses manajemen dalam organisasi untuk peningkatan kinerja di kementerian,” ujar Basuki.

Basuki juga meminta agar seluruh pejabat yang dilantik untuk meluruskan niat dalam melaksanakan tugas dan sumpah jabatan yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Tidak lupa, Basuki juga mengucapkan terimakasih kepada  Khalawi Abdul Hamid atas kinerjanya selama menjabat sebagai Dirjen Perumahan dan meminta pejabat yang baru untuk meningkatkan kinerja serta komitmen pembangunan perumahan Indonesia dengan baik.

“Hari ini saya resmi melantik pejabat baru yakni Iwan Suprijanto sebagai Dirjen Perumahan yang baru di lingkungan Kementerian PUPR. Saya percaya para pejabat yang dilantik akan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab  sesuai  amanah yang diberikan,” imbuhnya

Sementara itu Iwan Suprijanto menyatakan komitmen untuk berupaya melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik. Untuk itu dalam waktu dekat dirinya akan melaksanakan identifikasi serta mengevaluasi kegiatan yang sudah berjalan selama ini.

“Dalam waktu dekat tentunya saya akan mengidentifikasi serta mengevaluasi terlebih dulu kegiatan pembangunan perumahan yang sudah berjalan. Selain itu juga merumuskan strategi yang paling efektif untuk mengurangi backlog perumahan yang ada saat ini,” terang pria kelahiran Malang tahun 1971 tersebut.

Iwan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Prasarana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR mengungkapkan, rumah atau papan sebagai kebutuhan dasar masyarakat selain sandang dan pangan juga harus mendapat perhatian khusus dari seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan. Oleh karena itu, dirinya akan mengajak seluruh pimpinan dan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perumahan untuk melakukan pemikiran bersama terkait dengan kebijakan di sektor perumahan selama ini khususnya terkait manfaat dan fungsi dari masing-masing program. Ia juga akan berupaya menggandeng seluruh mitra kerja untuk bersama-sama melaksanakan pembangunan perumahan.

“Saya juga akan mengutamakan efektifitas dari progam perumahan yang ada. Kami akan upayakan dengan ruang fiskal yang terbatas tapi kualitas belanja di sektor perumahan harus baik dan memastikan bantuan perumahan sampai kepada penerima manfaat akhir yaitu masyarakat,” pungkasnya.