HousingEstate, Jakarta - Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan salah satu primadona yang digaungkan pada masa pandemi ini. Dianggap bisa menjadi solusi, kehadirannya dapat menjawab permasalahan ruang dan waktu yang dihadapi masyarakat khususnya dikala pembatasan sosial ketat diberlakukan sejak akhir Juli hingga Oktober 2021 lalu.

Haus akan perkembangan teknologi itu tercermin pada data Digital Economy Summit 2020 lalu, di mana Indonesia menempati negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan yang juga paling cepat.

Merespon hal ini, PT Sharp Electronics Indonesia secara resmi meluncurkan layanan service center berbasis sistem Artificial Intelligence. Layanan yang dinamakan Sharp Artificial Intelligence Virtual Assistant (SALLI) ini berfungsi untuk memberikan layanan informasi 24 jam kepada konsumen.

“SALLI dapat diakses dengan menghubungi Whatsapp Bisnis Sharp dan konsumen cukup mengirimkan chat. SALLI akan merespon dengan mengirimkan jawaban berupa opsi layanan seperti purna jual, informasi mengenai program penjualan terkini, hingga layanan customer service,” ujar Rita Sulistyani, Customer Care Center Head PT Sharp Electronics Indonesia, dalam siaran pers yang diterbitkan Kamis (6/1).

Layaknya customer service yang dikelola oleh manusia, SALLI juga dapat memberikan informasi mendetail mengenai layanan purna jual seperti permintaan layanan service, informasi lokasi service center Sharp, hingga jadwal kunjungan teknisi. Sistemnya juga dapat mencatat pendataan konsumen, produk yang digunakan, kebutuhan purnajual yang dibutuhkan oleh konsumen, dan layanan lainnya.

“Hadirnya layanan ini menjadi jawaban dari kebutuhan konsumen yang kesulitan untuk meluangkan waktunya pada jam kerja. Respon instan dan pendataan yang akurat menjadi poin penting pada fitur ini sehingga mengurangi kemungkinan kesalahan komunikasi dan efisiensi ini bukan hanya dirasakan oleh konsumen tapi juga manajemen Sharp,” imbuh Rita.

Dengan mengadopsi sistem AI ini ditengarai dapat mengurangi biaya operasional baik dari segi teknis maupun non teknis. Alur kerja yang semakin ringkas dan sederhana juga membantu perusahaan untuk memberikan layanan prima bagi para konsumen. Sejak awal peluncuran layanan ini telah digunakan oleh lebih dari 30.000 pelanggan di Indonesia yang menanyakan beragam informasi seputar fitur, proses perbaikan produk, dan titik layanan offline.

Sharp Indonesia juga telah menyediakan layanan dalam bentuk digital yang dapat diakses pada situs website, hotline, dan juga aplikasi lainnya. Layanan servis melalui digital ini juga memperkuat layanan purna jual yang sudah dimiliki Sharp sebelumnya yaitu pusat perbaikan secara offline yang dapat dikunjungi konsumen di 24 kantor Service Center, 47 SHARP Direct Service Station (SDSS), 328 Sharp Authorized Service Station (SASS), dan 46 Sharp Service Representative (SSR) yang tersebar di seluruh Indonesia.