HousingEstate, Jakarta - Tren hunian yang kian mungil memaksa orang pandai-pandai mengelola ruang dan mengorganisasikan barang-barang di dalamnya. Jika tidak, rumah akan terlihat sumpek dan berantakan. Rumah pun tidak nyaman dihuni, dan kita kesulitan menemukan barang yang dibutuhkan, selain bisa menjadi sumber penyakit juga. Bagaimana sih cara membuat rumah tetap rapi?

Menurut Bayu Fristanty dari Rapi-Rapi Professional Organizer, sebuah perusahaan jasa pengorganisasian interior rumah di Jakarta, setidaknya ada lima langkah yang perlu dilakukan.

Pertama, pahami dulu perilaku dan rutinitas kita. Kemudian, buat prioritas ruang dan barang yang akan dirapikan. Kedua, pilah dan pilih semua barang dan kelompokkan sesuai fungsi. Ketiga, sediakan tempat penyimpanan untuk setiap barang. Keempat, pertahankan sistem penyimpanan yang sudah dibuat sehingga rumah tetap rapi dan barangnya mudah dicari. Kelima, bersikap realistis. Tak perlu mempertahankan semua barang di rumah. Sortir mana yang harus dibuang, yang masih bisa dimanfaatkan, didaur ulang, dijual, atau didonasikan.

Sementara ahli bebenah rumah Marie Kondo asal Jepang, yang sohor lewat buku “The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Organizing”, menawarkan metode KonMari untuk merapikan rumah.

Metodenya tidak lagi menggunakan cara lama, dengan memisahkan barang yang akan dipakai sehari-hari dan tidak, melainkan hanya menyimpan benda yang membuat kamu senang. Buku berikutnya dari Kondo bertajuk “Spark Joy” mengilustrasikan lebih detail seni bebenah rumah itu.

Simpan hanya yang membuat senang

Langkah pertama adalah mengurangi. Putuskan benda-benda yang harus dibuang atau didonasikan, simpan hanya yang benar-benar membuat kamu bahagia atau senang. Jadi, memudahkan penyimpanan, lebih rapi, dan menyisakan ruang yang lebih lega dan enak dipandang di dalam rumah.

Rapikan menurut kategori, bukan lokasi

Urutkan dan rapikan barang-barang di rumah menurut kategori, bukan per ruang atau lokasi, karena barang yang sama mungkin ada di beberapa ruang di rumah. Pakaian misalnya, seluruhnya dikumpulkan hanya di satu ruang, lalu pilah pilih sesuai langkah pertama. Setelah pakaian, kategori selanjutnya yang mudah dirapikan adalah buku, dokumen kertas, baru barang lain. Kerjakan secara konsisten per kategori, jangan ditunda.

Setiap barang ada tempatnya

Setelah melakukan pilah pilih, pikirkan tempat penyimpanan setiap katgeori barang itu, untuk menghindari rumah kembali berantakan. Upayakan memakai tempat penyimpanan yang ada, bukan membeli yang baru. Kalau sudah tersedia, disiplinlah menyimpan dan mengambil barang di tempat penyimpanannya masing-masing.

Tidak ditumpuk, tapi ditata vertikal

Untuk pakaian, KonMari menyarankan sebagian besar disimpan dalam kondisi terlipat kompak, supaya tidak kusut saat hendak dipakai. Ia menawarkan cara melipat pakaian yang efektif agar bisa disimpan di laci-laci atau lemari secara vertikal (berdiri), bukan ditumpuk seperti yang biasa kita lakukan. Metode vertikal akan memudahkan pencarian barang, karena semua terlihat dan tidak ada yang tertindih. Konsep vertikal itu berlaku juga untuk penyimpanan buku, notebook dan laptop.

Tata sesuai warna

Tata barang-barang terutama pakaian berdasarkan kesamaan warna dari gelap ke terang. Untuk pakaian yang harus digantung, urutkan dari kiri ke kanan dari warna gelap ke terang, dan dari pakaian yang panjang ke pakaian yang lebih pendek. Menurut dia, tatanan demikian mampu menghadirkan perasaan gembira. Yuk, dipraktikkan.

Ilustrasi dok. Housingestate.id