HousingEstate, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk saat ini mengelola sekitar 1.260 km jalan tol dari total 52 ruas tol sepanjang 2.500 km yang telah beroperasi di Indonesia. Terkait dengan lonjakan pemudik pada musim Lebaran tahun ini, Jasa Marga telah melakukan berbagai persiapan dan antisipasi untuk lonjakan pengguna jalan tol yang diprediksi puncak arus mudik pada 29 April dan arus puncak balik 8 Mei 2022.

Menurut Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso, Jasa Marga telah menyiapkan tiga hal utama yang akan dilakukan saat puncak arus mudik Lebaran. “Kami akan mengantisipasi kepadatan kendaraan di Gerbang Tol (GT), di ruas exit yang bersinggungan dengan jalan utama, dan penanganan di rest area,” ujarnya saat paparan Kesiapan Jalur Mudik Lebaran 2022 yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta, Selasa 26/4.

Lebih lanjut Heru menjelaskan, di setiap GT akan disiapkan petugas untuk menambah layanan tap kartu tol saat antrian untuk mempercepat kelancaran kendaraan. Untuk kawasan exit di main road juga ditambah petugas dengan mengikuti diskresi pihak kepolisian saat terjadi kepadatan yang menyebabkan kemacetan panjang.

Begitu juga di setiap rest area, selain ditambah fasilitas toilet hingga fasilitas untuk isi ulang kartu e-toll, setiap pengguna akan dibatasi hanya 30 menit berada di rest area sehingga menghindari potensi penumpukan kendaraan. Selain itu sosialisasi terkait persiapan mudik, jalur-jalur alternatif, hingga pergi mudik di tanggal yang berbeda dengan puncak arus terus dilakukan.

Jasa Marga akan mengupayakan rasio kepadatan di bawah 1 atau berkisar 0,8 yang artinya kendaraan masih bisa terus bergerak hingga kecepatan 40 km/jam. Peningkatan kapasitas kendaraan di jalan tol Jasa Marga akan mencapai 70-80 persen sehingga kepadatan memang tidak terhindarkan.

Antisipasi lainnya dengan penerapan ganjil-genap yang penerapannya kembali akan bekerja sama dengan pihak kepolisian. Kemudian contra flow dan one way yang semuanya secara aktif terus diinformasikan kepada masyarakat. Dengan penerapan ganjil-genap akan bisa mengurangi kepadatan hingga 20-30 persen.

Sebagai informasi, saat arus mudik Lebaran sebelum pandemi Covid-19 ada pergerakan kendaraan dari Jakarta mencapai 2,5 juta. Tahun 2020 menurun menjadi 800 ribu, tahun 2021 1,4 juta, dan tahun 2022 ini akan melebihi kepadatan sebelum adanya pandemi. Saat ini saja arus kendaraan mencapai 2.300 kendaraan per jam per lajur dan tanpa adanya rekayasa maka akan sulit mengatur volume kendaraan yang bergerak bersamaan ini.

“Kami juga menyediakan aplikasi dengan fitur yang lengkap seperti informasi kepadatan yang bisa dilihat melalui 1.700 CCTV secara real time, cek tarif tol, hingga call center 24 jam untuk semua ruas jalan tol di Indonesia, jadi bukan hanya milik Jasa Marga. Masyarakat juga dihimbau melakukan persiapan yang baik, mencari  jalur-jalur alternatif, dan upayakan berangkat di waktu yang bukan peak atau saat kepadatan tinggi,” beber Heru.