HousingEstate, Jakarta - Proses revitalisasi Taman Tebet, Jakarta Selatan, telah selesai dan saat ini menjadi Tebet Eco Park yang telah resmi diperkenalkan kepada publik melalui peresmian oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhir pekan lalu. Anies mengajak seluruh warga untuk menikmati suasana dan failitas baru yang dihadirkan di Tebet Eco Park ini.

“Taman Tebet merupakan ruang terbuka hijau di Jakarta yang memiliki lahan luas dan juga potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Revitalisasi menjadi pilihan strategis untuk mengubah Taman Tebet menjadi tujuan rekreasi dan juga edukasi bagi masyarakat luas yang mengikuti perkembangan zaman, pertumbuhan kawasan, dan kebutuhan masyarakat kota masa kini,” katanya.

Eco park ini akhirnya tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau yang memaksimalkan berbagai potensi tapi juga menjadi ruang terbuka biru yang mendukung kota dalam upaya mengelola keberlanjutan siklus air di kawasan tersebut.

Senada dengan Anies, menurut Kepala Dinas Pertamanan dan Taman Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati, Taman Tebet selama ini sebenarnya sudah dikenal oleh masyarakat luas dan telah mewadahi beragam kegiatan publik, namun potensinya belum dimaksimalkan. Untuk itu penting untuk melakukan langkah revitalisasi.

Suzi menyampaikan, hal mendasar dari revitalisasi Taman Tebet adalah sikap dan visi yang dipahami dan disepakati oleh semua pihak yang terkait bahwa taman tidak hanya mengalami penataan untuk keindahan semata.

“Proyek Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini mendapat dukungan dari semua dinas terkait dengan pemahaman mendasar yang sama. Tujuanya untuk bisa mewujudkan taman kota yang representatif, rekreatif, edukatif, dan juga memberikan manfaat positif kepada ekologi lingkungan sekitar serta kota Jakarta secara makro,” katanya.

Berdiri di atas lahan seluas 7 ha, Tebet Eco Park merupakan kewajiban pengembang dari PT Award Global Infinity selaku anak perusahaan dari Astra Land Indonesia. Presiden Direktur Astra Land Indonesia Wibowo Muljono mengatakan, Tebet Eco Park ini dapat menghubungkan manusia dan alam dengan melihat potensi taman sebagai bagian dari suatu kawasan yang lebih luas.

“Kita harus terus mewujudkan taman sebagai sebuah ekosistem yang berperan dalam penjagaan kualitas alamiah dari kawasan yang mencakup air, udara, dan tanah serta untuk memicu terjadinya kegiatan-kegiatan di masyarakat sambil secara konsisten dan menggerakkan mereka untuk terus terkoneksi dan belajar dari alam,” bebernya.

Tebet Eco Park terbagi menjadi dua bagian yaitu sisi utara dan selatan. Pada sisi selatan taman ditetapkan sebagai area Community Garden di mana terdapat eksisting kebun bibit, zona Wetland Boardwalk untuk membantu menahan laju air dan meningkatkan retensi air. Playground atau area bermain anak dengan beragam permainan, dan viewing deck yang memanfaatkan perbedaan kontur.

Pada arena ini juga terdapat pintu masuk utama Area Selatan dengan pavilion penerima yang dilengkapi dengan toilet untuk kegiatan sosial- masyarakat di sekitar Tebet Selatan. Untuk area playground sendiri terbagi ke dalam tiga zona, yaitu Zona Petualangan yang akan menghadirkan sarana permainan yang memicu gerak anak dan melatih kelincahan seperti labirin atau memanjat tiang dan kayu.

Lalu ada Zona Eksplorasi yang menghadirkan berbagai permainan yang akan melatih kelincahan motorik anak sambil menggugah rasa ingin tahunya pada alam. Selanjutnya di area playground juga tersedia Zona Leisure, zona ini mengakomodasi kegiatan olahraga bagi pengunjung dengan menyediakan peralatan olahraga yang dapat digunakan oleh publik secara gratis.

Beralih pada bagian utara taman, terdapat TEP Plaza yang berfungsi sebagai area drop-off atau penerima kunjungan lengkap dengan fasilitas parkir dan UMKM. TEP Plaza merupakan fasilitas publik yang juga berperan sebagai landmark area utara Tebet Eco Park. Di seberang TEP Plaza terdapat area dengan kepadatan pohon yang dimanfaatkan sebagai Thematic Garden, berfungsi sebagai taman rekreasi dengan berbagai pola tanaman. Sedang Community Lawn dihadirkan sebagai area untuk kegiatan publik di lapangan.

Untuk memberikan kemudahan akses, Tebet Eco Park juga dilengkapi dengan jembatan ikonik setinggi 6 meter yang diberi nama Infinity Link Bridge untuk menyatukan taman sisi Utara dan sisi Selatan yang selama ini terpisah Jalan Tebet Raya. Program revitalisasi Taman Tebet ini juga termasuk naturalisasi sungai di sepanjang taman dengan pelebaran dan perubahan profil tanggul, agar bisa jadi kolam retensi saat hujan.