HousingEstate, Jakarta - Setiap promosi produk kerap diimbuhi kalimat term and condition applied atau syarat dan ketentuan berlaku. Terjemahan bebas kalimat itu kurang lebih, yang bisa menikmati promo itu hanya mereka yang memenuhi syarat yang ditentukan produsen.

Di bisnis kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) pun demikian. Promo bunga murah fixed (tetap) sekian tahun dan iming-iming uang muka ringan yang kerap ditawarkannya, selalu ditambahi klausul itu.
Menurut M Nawawi, Associate Director Paramount Land, developer kota baru Paramount Serpong (700 ha) Tangerang (Banten), promo itu sangat bagus baik bagi konsumen maupun developer. Dengan bunga yang rendah dan depe kecil, konsumen yang pendapatannya masih terbatas jadi lebih mudah membeli rumah. Sementara developer terbantu penjualannya, apalagi dalam situasi pasar yang lesu.

Tapi, karena ada klausul “syarat dan ketentuan berlaku”, dalam praktik yang bisa menikmati promo itu hanya segelintiran. Bahkan, bank tidak menawarkan KPR promo itu kepada semua nasabah yang datang. “Karena itu saya bilang, promo KPR itu banci,” katanya dalam sebuah wawancara dengan housingestate.id beberapa waktu lalu.
Memang, dalam bisnis tak ada makan siang gratis. Bunga rendah dan depe ringan, persyaratan mendapatkannya pun ketat. Dengan demikian, bank mendapatkan debitur (peminjam) yang berkualitas dengan risiko rendah. Waktu penawaran dan debitur yang bisa mengakses KPR promo itu pun dibatasi. Berikut sejumlah term and condition yang perlu dipahami konsumen bila mau mengambil KPR promo. Variannya bisa beragam tergantung kondisi pasar dan kebijakan bank saat itu. Pastikan kamu memang memenuhi kriteria.

Cakupan promo
Promo KPR bisa dilansir bank untuk semua konsumen, bisa juga terbatas untuk proyek properti yang developernya sudah bekerja sama dengan bank tersebut. Jadi, tanyakan kepada pihak bank, rumah atau proyek properti seperti apa yang tercakup dalam KPR promo itu.

Target pasar
Sebagian KPR promo diprioritaskan untuk segmen pasar spesifik, seperti karyawan tetap di korporasi global, BUMN, dan perusahaan swasta nasional besar. Bisa juga karyawan dari perusahaan yang pembayaran gaji (payroll)-nya melalui bank penyalur KPR, atau pekerja yang sudah lama menjadi nasabahnya. Itu artinya calon debitur di luar kriteria itu sulit mengakses KPR promo tersebut.

Nilai kredit
Di banyak bank promo KPR dengan bunga murah fixed (tetap) selama sekian tahun itu, mensyaratkan nilai kredit dan uang muka tertentu. Misalnya, nilai kredit minimal Rp250 juta dan depe paling sedikit 20 persen. Itu berarti anda hanya bisa mengambil KPR itu untuk membeli rumah seharga minimal Rp312 juta/unit.

Bisa untuk rumah murah
Di sebagian bank yang selama ini hanya melayani segmen menengah ke atas, KPR promo itu bisa juga dipakai untuk membeli rumah murah asal developer perumahannya sudah bekerja sama dengan bank tersebut.

Tingkat bunga berbeda
Sebagian bank mengenakan bunga promo berbeda. Misalnya, tahun lalu Bank A melansir bunga promo 5-6 persenan per tahun fixed 3-5 tahun untuk pembelian rumah di proyek developer yang sudah bekerja sama dengan bank itu. Pada saat yang sama bank yang sama juga menawarkan bunga promo KPR yang lebih rendah lagi, khusus untuk pembelian rumah di proyek-proyek developer yang melakukan joint promo dengan bank itu. Pembedaan bunga promo itu juga bisa dilakukan berdasarkan kriteria lain. Di Bank B misalnya, debitur yang payroll-nya melalui bank tersebut mendapat bunga promo yang lebih rendah.

Harus nasabah
Persyaratan lain yang biasanya diwajibkan bank-bank yang melansir KPR promo, calon debitur sudah menjadi nasabahnya selama waktu tertentu. Namun di bank lain hal itu tidak diwajibkan. Debitur baru diminta menjadi nasabah dengan membuka rekening tabungan saat aplikasi KPR-nya disetujui.

Ada minimal tenor
Sebagian bank menerapkan minimal periode (tenor) kredit untuk debitur yang mengambil KPR promo. Bila kredit dilunasi lebih cepat dari minimal tenor itu, debitur dikenai denda atau pinalti. Misalnya, Bank C menentukan minimal tenor 5 tahun. Kalau kamu melunasi kredit pada tahun ke-4, bank langsung mengenakan penalti. Nilai pinalti lazimnya 2-3 persen dari saldo kredit.

Promo terbatas
Jangka waktu promo KPR biasanya dibatasi hanya 1-3 bulan walaupun ada juga yang sampai enam bulan atau bahkan setahun. Dengan demikian yang bisa mendapatkan KPR tidak banyak dan sudah terseleksi. Kalau permintaannya cenderung tinggi, bank juga tidak selalu menawarkan KPR promo itu kepada calon debitur yang datang. Yang ditawarkan KPR reguler dengan bunga pasar sejak awal. Jadi, kalau menginginkannya, calon debitur harus aktif mencari informasi dan meminta KPR promo itu ke bank yang memasarkannya.

Uang muka besar
Calon debitur yang tidak memenuhi berbagai kriteria di atas tetap bisa mengakses KPR-KPR promo itu, tapi biasanya dikenakan syarat spesifik yang lebih berat. Misalnya, bersedia menyetor uang muka yang besar atau dikenakan bunga yang lebih tinggi dan tenor kredit lebih pendek. Yoenazh