HousingEstate, Jakarta - Umumnya bangunan di Indonesia dewasa ini dibangun dengan semen sebagai material utama. Salah satu problem bangunan beton dari semen itu di iklim tropis, adalah retak yang memicu rembesan air. Akibatnya, air masuk ke dalam rumah, dan dinding atau dak beton berjamur atau berlumut, dan cat yang melapisinya menggelembung atau mengelupas.
Produsen cat dan pelapis kedap air (waterproofing) sudah lama menawarkan produk waterproofing, baik yang berbasis semen maupun polimer akrilik, untuk mengatasi persoalan itu. Kali ini produsen semen juga menawarkannya. Salah satunya PT Cemindo Gemilang Tbk, produsen Semen Merah Putih, melalui produk Semen Merah Putih Watershield yang dipublikasikan melalui jumpa pers di Jakarta, Jum’at (20/5/2022).

Produk semen kedap air itu disebut mengandung water repellent yang memberi efek daun talas pada bangunan yang menggunakannya. Bangunan pun menjadi lebih tahan terhadap penyerapan air, baik pada aplikasi struktur maupun nonstruktur. “Inovasi water repellent pada Semen Merah Putih Watershield merupakan yang pertama (pada produk semen) dan satu-satunya di Indonesia (saat ini),” kata Surindro Kalbu Adi, Commercial Director PT Cemindo Gemilang Tbk, melalui keterangan tertulis yang diterima housingestate.id, akhir pekan lalu (20/5/2022).
Ia menambahkan, selain fitur kedap air, kelebihan lain Semen Merah Putih, adalah anti lembab, mampu mencegah karat dan korosi, serta hasil akhir yang lebih baik dibanding semen serupa dari produsen lain. Misalnya, pengerjaan plester dan acian dengan semen itu diklaim lebih cepat dengan daya sebar mortar lebih luas. Daya rekatnya juga jauh lebih baik, sehingga tidak banyak adukan yang terbuang, plasteran dan betonnya tidak mudah retak karena hidrasi semen yang merata.

Oza Guswara, GM Sales & Marketing, menambahkan, Semen Merah Putih yang tersedia dalam kemasan 40 kg dan 50 kg dengan SNI nomor 7064:2014, sudah didistribusikan ke wilayah Banten dan Jawa Barat, dan akan segera menyusul ke wilayah-wilayah lain. PT Cemindo Gemilang Tbk yang berdiri tahun 2011, memiliki sembilan pabrik di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Batam, dan Bengkulu. Selain itu melalui anak perusahaan Chinfon Cement Corporation, perseroan juga mengoperasikan dua pabrik semen di Hai Phong dan Hiep Phuoc, Vietnam.