HousingEstate, Jakarta - Karpet di masa kini bukan hanya pelapis lantai untuk tempat bersantai di rumah, tapi juga berfungsi mempercantik ruang. Karena itu orang tidak hanya butuh karpet yang nyaman, tapi juga menawarkan desain yang selaras dengan gaya interior hunian. Sayangnya, sampai saat ini belum banyak desainer lokal yang menekuni desain karpet, dan berani melakukan eksperimen desain karpet yang memiliki ciri Indonesia sekaligus modern. Karena itu desain karpet Indonesia terkesan kurang berkembang atau lebih banyak meniru desain karpet dari luar negeri.

Karena itu Hesitada Group, perusahaan karpet handmade premium nasional, bekerja sama dengan (Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), berinisiatif menyelenggarakan Rug Design Award 2022 yang dilangsungkan selama Juni-Agustus 2022.

Rug Design Award 2022 merupakan kompetisi desain karpet pertama di Indonesia, yang bertujuan menjaring talenta berbakat dari kalangan mahasiswa desain dan masyarakat umum peminat desain, untuk berkreasi dan berinovasi dalam desain karpet premium yang bisa diakui secara global.

“Kami (Hesitada Group) merasa perlu mendorong minat talenta berbakat Tanah Air untuk berani berkreasi menghasilkan desain karpet berkelas. Jadi, Indonesia tidak hanya jadi pasar tapi juga produsen karpet global. Karena itu kami berinisiatif menyelenggarakan Rug Design Award 2022 dengan menggandeng HDII. Kompetisi ini juga dimaksudkan untuk menggugah minat individu atau komunitas untuk aktif berpartisipasi melestarikan seni khususnya desain karpet yang menjadi elemen penting sebuah interior,” kata Founder & CEO Hesitada Group Tama Florentina, melalui keterangan tertulis, Rabu (29/6/2022).

Tahapan kompetisi karpet adalah pendaftaran peserta dan pengumpulan karya 28 Juni–28 Juli, opening webinar 28 Juni bersama desainer produk Eugenio Hendro yang bisa diikuti melalui kanal Youtube Moire Rugs, penilaian karya 30 Juli-10 Agustus, dan pengumuman pemenang 11 Agustus 2022.

Karya yang diikutkan dalam kompetisi, berupa desain pola karpet/permadani yang sesuai dengan tema kompetisi “Modern Heritage”. Karya bersifat orisinil, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung unsur SARA, pornografi, hoax, atau bertentangan dengan peraturan dan norma yang berlaku di masyarakat. Judul karya juga harus sesuai dengan tema.

Kriteria penilaian karya antara lain orisinalitas gagasan, kesesuaian dengan tema, style & uniqueness, dan teknik eksekusi (keunikan karya, komposisi warna dan gambar, serta tata letak objek dalam gambar).

Peminat bisa mendaftar dan membaca ketentuan kompetisi di sosial media @moirerugs dan @hdii_pusat. “Sebagai kompetisi yang baru pertama kali diselenggarakan, kami menargetkan bisa menjaring 200 peserta,” ujarTama.

Semua karya yang masuk akan dinilai oleh tim juri yang terdiri dari desainer interior ternama Ayu Sawitri Joddy dan Francine Denise, serta Founder & CEO Hesitada Group Tama Florentina. Pemenang kompetisi akan mendapat hadiah uang senilai total puluhan juta rupiah.