HousingEstate, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris menyepakati kerjasama program pengembangan transportasi rendah karbon di Indonesia. Untuk itu telah diluncurkan program bernama Future Cities: UK-Indonesia Low Carbon Partnership. Program ini merupakan langkah awal dari komitmen kedua negara untuk memitigasi dampak perubahan iklim melalui pengembangan transportasi publik perkotaan yang ramah lingkungan.

Sebelumnya telah dilakukaan penandatanganan kesepakatan (Implementing Agreement) untuk memulai kerjasama oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Novie Riyanto dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins. Penandatanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dengan Menteri Perhubungan Inggris Wendy Morton MP pada Juni 2022 lalu.

“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan menyambut baik pelaksanaan program kerjasama ini, yang diharapkan dapat membantu pengembangan sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hendro Sugiatno dalam siaran pers yang diterbitkan Jumat (8/7).

Upaya peningkatan kualitas transportasi sejalan dengan upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mitigasi dampak perubahan iklim. Dalam RPJMN 2020-2024, Kementerian Perhubungan memiliki tugas tidak hanya untuk meningkatkan konektivitas perkotaan melalui penyediaan angkutan umum massal tapi juga berkontribusi pada penurunan emisi (dekarbonisasi) di sektor transportasi.

Upaya yang dilakukan antara lain mengembangkan sejumlah angkutan umum massal perkotaan baik dalam bentuk Bus Rapid Transit (BRT) maupun di sektor perkeretaapian berbasis rel yang terintegrasi dan juga menggunakan energi listrik. Melalui kerjasama ini diharapkan upaya tersebut dapat dilakukan dengan lebih terukur, terstruktur, terakselerasi, dan lebih andal dalam merencanakan dan mengimplementasikan sistem transportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Duta Besar Inggris Owen Jenkins menyambut baik kerjasama ini. Menurutnya, kemitraan di bidang transportasi sangat penting agar lebih percaya diri untuk menjalankan komitmen dari konferensi di Glasgow dan juga dalam rangka mewujudkan transisi menuju kendaraan nol emisi (zero emission).

“Kami berupaya untuk menegakkan Perjanjian Paris dalam menekan kenaikan suhu bumi di bawah 1,5 derajat celcius dan berupaya melaksanakan dekarbonisasi di sektor transportasi karena 25 persen emisi gas rumah kaca (GRK) dihasilkan dari sektor transportasi,” tuturnya.

Pemerintah Inggris melalui UK Partnering for Accelerated Climate Transition (UK PACT) juga memberikan dukungan pendanaan sebesar 9 juta poundsterling atau sekitar Rp162 miliar untuk pengembangan transportasi perkotaan yang ramah lingkungan di sejumlah provinsi di Indonesia yaitu Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Melalui program ini kedua negara juga bersama-sama ingin menangkap peluang besar seperti pengembangan peta jalan untuk elektrifikasi kendaraan umum secara efisien, pengintegrasian solusi ramah iklim ke dalam perencanaan pembangunan nasional dan daerah, serta perancangan proyek transportasi rendah karbon yang mampu menarik investasi.

Selanjutnya ada lima proyek dalam program Future Cities ini yaitu integrasi pengembangan LRT, transit-oriented development dan land value capture di Metropolitan Semarang. Kedua, transisi menuju transportasi rendah karbon yang inklusif melalui perbaikan aspek keselamatan bagi kaum rentan. Ketiga, penguatan transportasi kota berkelanjutan di kota pesisir. Keempat, dekarbonisasi transportasi yang inklusif di Indonesia. Kelima, mobilitas bersih untuk area metropolitan Jakarta.