HousingEstate, Jakarta - Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 telah membawa bisnis properti pada situasi yang penuh tantangan. Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan protokol kesehatan mengakibatkan operasional bisnis mengalami banyak keterbatasan sehingga tidak bisa memberikan kinerja bisnis yang optimal.

Situasi itu juga dihadapi oleh PT Summarecon Agung Tbk. Namun dengan pengalaman 47 tahun di industri properti dan telah membangun tujuh kawasan berskala kota, berbagai kendala terus diatasi dengan berbagai strategi hingga mengkreasikan produk dengan berbagai adaptasi yang dibutuhkan masyarakat.

“Untuk mempertahankan operasional bisnis perusahaan supaya tetap produktif dan berkontribusi positif bagi seluruh stakeholder di saat pandemi, kami terus menjaga kualitas produk, menghadirkan desain yang mengadaptasi kebutuhan masyarakat, hingga layanan yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan,” ujar Adrianto P. Adhi, Direktur Utama Summarecon dalam siaran pers yang diterbitkan Jumat (8/7).

Berbagai strategi juga terus dihadirkan untuk tetap menghasilkan kinerja bisnis. Salah satunya dengan mengeluarkan skema pembayaran yang lebih ringan dan mengoptimalkan suku bunga kredit yang relative rendah. Hal ini membuat produk properti Summarecon kian menarik dan menjadi lebih terjangkau.

Berbagai strategi ini cukup berhasil menopang kinerja bisnis perusahaan pada periode 2021. Summarecon berhasil mencatatkan angka pra penjualan sebesar Rp5,2 triliun, naik 30 persen dari target Rp4 triliun dan 58 persen di atas pencapaian tahun 2020 sebesar Rp3,3 triliun. Capaian ini juga menjadi rekor bisnis yang bisa diraih saat situasi pandemi.

Kinerja bisnis ini ditopang dari pendapatan pengembangan properti sebesar Rp4.148 miliar atau naik 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp3.679 miliar. Pengembangan properti juga masih menjadi unit usaha terbesar Summarecon dengan kontribusi sebbesar 75 persen dari total pendapatan perusahaan.

Pendapatan pada unit bisnis ini didominasi oleh segmen perumahan 66 persen atau meningkat dari Rp732 miliar menjadi Rp2.723 miliar. Sementara dari unit investasi dan manajemen properti di masa pandemi berhasil mencatatkan pendapatan Rp918 miliar (naik 3 persen) dan menyumbang 16 persen dari total pendapatan perusahaan.

“Kami juga masih mencatatkan pendapatan dari klub olahraga, hotel, manajemen properti, dan layanan lain-lain yang juga meningkat 8 persen menjadi Rp502 miliar. Dari segmen ini secara kolektif berhasil menyumbang pada total pendapatan perusahaan sebesar 8 persen,” imbuh Adrianto.