HousingEstate, Jakarta - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) kembali melaksanakan rapat evaluasi bank pelaksana untuk periode 1 Januari – 30 Juni 2022. Salah satu agendanya menilai kinerja ke-39 bank penyalur KPR subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2022.

Dari hasil evaluasi ini tercatat ada 10 bank penyalur dengan jumlah realisasi tertinggi yaitu Bank BTN, Bank BTN Syariah, Bank BNI, Bank BRI, Bank BJB, Bank BSI, Bank Mandiri, Bank BJB Syariah, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumsel Babel, dan BPD Jambi.

Adapun Bank BTN, Bank BTN Syariah dan Bank BNI menduduki peringkat tiga besar sebagai bank dengan kinerja tertinggi penyaluran dana FLPP pada semester pertama tahun 2022. Sebagai bentuk dukungan pada bank penyalur, BP Tapera memberikan penghargaan kepada bank yang melampaui target penyaluran dana FLPP dengan beberapa kategori yaitu Rapot Terbaik diraih oleh Bank Jambi Syariah, Bank Sumsel Babel Syariah, dan Bank Sulselbar.

Kemudian kategori Persentase Capaian Terhadap Komitmen Tertinggi diberikan kepada Bank DKI, Bank BJB Syariah, Bank Sumsel Babel Syariah, dan Bank BJB. Penilaian evaluasi yang dilakukan terhadap bank penyalur dana KPR FLPP ini meliputi kepatuhan keuangan, kinerja realisasi, keterhunian rumah, serta ketepatan sasaran penerima dana FLPP dari bank penyalur.

“Hasil evaluasi semester pertama ini menjadi acuan bagi BP Tapera untuk menghitung ulang komitmen seluruh bank penyalur guna mamaksimalkan potensi yang ada dan ketersediaan dana daftar isian penggunaan anggaran (DIPA) sehingga penyaluran program pembiayaan perumahan untuk masyarakat ini bisa terus dioptimalkan,” ujar Komisioner BP Tapera Adi Setianto dalam siaran pers yang diterbitkan Senin (18/7).

Melalui pemberian penghargaan ini juga diharapkan bank penyalur bisa terus meningkatkan kinerja dalam menyalurkan KPR subsidi FLPP pada periode semester kedua 2022. Hingga saat ini capaian penyaluran dana FLPP semester pertama 2022 mencapai 99.557 unit senilai Rp11,06 triliun atau 44,05 persen dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 226 ribu unit rumah pada tahun ini.

“Per 15 Juli 2022, realisasi dana FLPP telah mencapai 106.310 unit senilai Rp11,81 triliun atau 47,04 persen dari target yang ditetapkan. Melihat tren penyaluran seperti ini kami sangat optimistis target penyaluran bisa tercapai. Untuk itu kami mendorong bank penyalur untuk memerhatikan kualitas rumah dan ketepatsasaran penerima,” imbuhnya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Herry Trisaputra Zuna menambahkan, pemerintah akan terus memastikan kalau program di bidang pembiayaan perumahan akan semakin produktif. Hingga saat ini penyaluran program pembiayaan perumahan telah mencapai 1.406.518 unit rumah untuk periode 2015-2021.

“Untuk itu dibutuhkan peran seluruh stakeholder di bidang perumahan untuk terus meningkatkan suplai rumah layak huni seperti kualitas bangunan yang baik, luas bangunan yang memadai, penyediaan akses sanitasi, listrik, fasilitas umum, dan lainnya. Kami berharap seluruh bank penyalur bisa mengikuti ketentuan dimaksud sehingga program ini bisa semakin optimal,” pungkasnya.