HousingEstate, Jakarta - PT Kuripan Raya, pengembang township Telaga Kahuripan di Jalan Raya Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini melakukan revitalisasi kawasannya seluas 750 ha yang dikembangkan sejak 1994. Upaya tersebut dilakukan mengingat koridor Parung-Bogor berkembang pesat setelah ada pembangunan infrastruktur baru. Salah satunya tol Bogor Outer Ring Road (BORR) yang membentang dari Sentol Selatan (Tol Jagorawi) hingga Semplak telah memudahkan dan memperpendek waktu tempuh dari berbagai wilayah ke Bobor sisi utara itu.

Menurut Chief Marketing Officer PT Kuripan Raya Richie Laseduw, setelah dioperasikannya tol Antasari-Depok yang kini pembangunannya dilanjutkan hingga ke Bojong Gede menambah prospek koridor Parung-Bogor semakin menjanjikan. Karena ke depan akan memudahkan akses dan memperpendek waktu tempuh dari Jakarta Selatan, seperti Sudirman, Kebayoran, Kemang, Pondok Indah, Lebak Bulus dan sekitarnya.

“Kami melakukan re-branding sekaligus meremajakan township Telaga Kahuripan yang berpenduduk 2,000 KK ini dengan mengucurkan dana lebih dari Rp100 miliar yang bersumber dari para shareholders. Dengan perkembangan infrastruktur seperti tol Depok-Antasari (Desari), jalan arteri Bojong Gede-Kemang (Bomang) yang kelak tersambung dengan tol Desariakan membuat wilayah ini kian menarik bagi investor,” ujarnya.

Beberapa revitalisasi yang dilakukan antara lain untuk masterplan dirancang ulang 0oleh konsultan internasional Design Development Grup of Baltimore. Dihadirkan juga kawasan komersial Plaza Haihoo yang dirancang oleh arsitek Peter Caderas dari Hawaii, sementara untuk rumahnya dirancang oleh Andra Matin, Yori Antar, Ferry Ridwan, dan lainnya.

Selling point lain yang ditawarkan yaitu mengoptimalkan kawasan hijau yang luas di mana lebih dari 50 persen areanya diperuntukkan menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Potensi alam ditambah dengan keberadaan beberapa danau alami di dalam Kawasan akan dioptimalkan untuk menghadirkan kawasan yang sehat dan asri.

“Revitalasasi yang kami lakukan memyeluruh, bukan hanya model rumah tapi juga konsep, layout, fasilitas, hingga kawasannya untuk menghadirkan kenyamanan yang optimal sebuah hunian. Respon terhadap revitalisasi ini juga cukup baik dengan Klaster Aluna sebanyak 300-an unit yang kami pasarkan bisa terserap 50 persen,” imbuhnya.

Pakar tata kota dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna menambahkan, re-branding merupakan hal yang tepat seiring perkembangan infrastruktur yang membuat wilayah-wilayah penyangga Kota Jakarta menjadi kawasan yang berkembang dan menjadi penyangga ekonomi baru kawasannya.

“Tentunya dengan lokasi dan aksesibilitas yang semakin mudah membuat berbagai potensi itu akan terus berkembang. Menariknya lagi kawasan ini masuk ke dalam struktur jaringan jalan tol BORR yang terhubung langsung ke pusat pemerintahan Kabupaten Bogor di Cibinong maupun pusat ekonomi di Kota Bogor,” katanya.

Dengan perkembangan infrastruktur itu membuat koridor ini memiliki potensi untuk berkembang menjadi CBD baru di wilayah Bogor dan destinasi wisata. Kawasannya juga masuk ke dalam jaringan infrastruktur tata ruang Jabodetabek yang mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.

Sementara itu arsitek Thoat Fauzi mengatakan, pandemi Covid-19 telah membuat preferensi orang akan hunian berubah dan tidak lagi memedulikan gaya maupun konsep bangunan yang tren apakah modern, minimalis, tropis, skandinavia, klasik, dan lainnya. Preferensi itu berubah dengan lebih memilih hunian dan kawasan yang sehat.

“Sekarang rumah yang dicari itu yang menawarkan konsep desain menyatu dengan alam seperti sirkulasi udara yang baik, pencahayaan alami, dan hal lainnya yang alami untuk dibawa masuk ke dalam hunian. Kesadaran mengenai hunian yang sehat menjadi preferensi baru yang banyak dicari saat ini,” pungkasnya.