HousingEstate, Jakarta - Transaksi apartemen jual atau kondominium pada kwartal tiga 2022 didominasi segmen menengah dan menengah bawah. Yaitu, masing-masing 43,4% dan 42,7% dari total transaksi. Demikian Property Marketbeat di greater Jakarta (Jabodetabek) Q3-2022 versi Cushman and Wakefield yang diterima housingestate.id pekan lalu.

Apartemen di kawasan selunder mendominasi transaksi, seperti Sky House (tower Barberry) di kawasan Alam Sutera, Serpong (Kota Tangerang Selatan), serta Arumaya Residence (tower 2) dan Antasari Place di kawasan pusat bisnis TB Simatupang-RA Kartini, Jakarta Selatan.

Karena itu kenaikan harga tertinggi (secara kuartalan atau QoQ) terjadi pada apartemen di kawasan sekunder juga, mencapai 4,0%. Sedangkan harga apartemen di kawasan lain stagnan, sehingga secara keseluruhan kenaikan harga kondominium di Jabodetabek hanya 1,8% (QoQ) atau 4,6% secara tahunan (YoY). Rata-rata harga apartemen strata di Jabodetabek saat ini mencapai Rp45 jutaan/m2.

Pasokan kumulatif kondominium di Jakarta per September 2022 mencapai 353.378 unit, naik 0,56% (QoQ) dan 5,4% (YoY). Total pasokan baru pada kwartal tiga tahun ini anjlok 48% dibanding tahun lalu. Hanya ada dua proyek yang diluncurkan ke pasar, tower baru di Sky House Alam Sutera dan Arumaya itu, mencakup 1.049 unit atau merosot lebih dari 36% dibanding tahun lalu. Dengan demikian total pasok kondominium yang direncanakan di Jabodetabek menjadi 133.395 unit.

Penjualan proyek yang ada stagnan. Sementara tingkat prapenjualan proyek kondominium yang direncanakan meningkat 2,7% sejak kuartal lalu menjadi 63,1%, menyisakan 49.199 unit stok yang belum terserap. Sedangkan tingkat hunian, naik 5,15% (QoQ) dan 19,2% (YoY) menjadi 57%, yang sangat dipengaruhi oleh pelonggaran PPKM; perkantoran telah diizinkan memberlakukan 100% work from office, dan sekolah/universitas dibolehkan pembelajaran tatap muka penuh.

Tingkat hunian yang kurang lebih sama terjadi pada apartemen sewa (sekitar 55%), dan kondominium yang disewakan (sekitar 51%), menyusul mulai kembalinya pekerja asing setelah Covid 19 mereda dan ekonomi mulai pulih. Karena itu harga sewa juga tetap stabil, di rentang Rp218 ribu sampai Rp380 ribu/m2 tergantung lokasi, dan tidak ada tambahan pasokan baru. Diskon tarif sewa masih terjadi pada sebagian besar apartemen sewa, dengan persyaratan pembayaran yang fleksibel demi terisinya unit yang kosong.