HousingEstate, Jakarta - Perusahaan BUMN sektor perumahan, Perum Perumnas, kembali mendapatkan suntikan modal berupa penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp1,56 triliun. PMN ini akan memperbaiki struktur permodalan Perumnas yang juga akan digunakan untuk membangun lebih banyak lagi perumahan bagi masyarakat.

Menurut Direktur Utama Perumnas Budi Saddewa Soediro, dana PMN Rp1,5 triliunan ini akan digunakan Perumnas untuk membangun sebanyak 13.545 unit rumah yang alokasinya akan dibagi menjadi dua: untuk rumah tapak (landed house) dan rumah susun (rusun) atau apartemen.

“Total Perumnas  akan membangun sebanyak 13 ribuan unit hunian dengan suntikan PMN ini. perinciannya, untuk landed house sebanyak 10.867 unit dengan alokasi dana Rp1,12 triliun dan apartemen 2.678 unit dengan alokasi dana Rp443 miliar,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Perumnas, Jumat (18/11).

Selain itu dana PMN juga akan dialokasikan untuk membiayai konstruksi bangunan proyek berjalan dan penyelesaian persediaan. Saat ini Perumnas memiliki 27 lokasi di berbagai wilayah Indonesia untuk digunakan membangun rumah tapak dan empat lokasi untuk membangun apartemen dengan menggunakan dana PMN tersebut.

“Tentu kami juga mempertimbangkan secara lokasi, kebutuhan pasar, maupun tren dan berbagai perubahan lifestyle untuk menyesuaikan produk apa yang tepat untuk dihadirkan. Sejauh ini animo masyarakat dengan produk Perumnas masih sangat besar dan itu yang akan kami optimalkan,” tambahnya.

Sementara itu Anggota Komisi VI DPR Rudi Hartono mempertanyakan strategi Perumnas terkait ancaman resesi ekonomi global pada tahun 2023. Dengan kembali disuntik dana PMN, Perumnas juga harus bisa memaparkan strategi maupun rencana bisnisnya sehingga jangan sampai PMN ini tidak optimal.

“Perumnas belum menjelaskan strategi bisnis untuk menghadapi gelapnya ekonomi tahun 2023 dan karena PMN ini uang rakyat jangan sampai nanti hasilnya malah menguap. Begitu juga harus dijelaskan terkait kinerja keuangan Perumnas dengan target-targetnya dan apa iya masyarakat masih membeli rumah dengan situasi ekonomi seperti ini? Semuanya harus bisa dijelaskan melalui rencana-rencana kerja yang matang,” tandasnya.