Senin, Maret 23, 2026
HomeBerita PropertiKecil Pengaruh IKN Terhadap Pasar Properti Jabodetabek

Kecil Pengaruh IKN Terhadap Pasar Properti Jabodetabek

Pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai ibu kota baru Indonesia pasti mempengaruhi pasar properti di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek). Namun, pengaruhnya kecil karena Jakarta kadung menjadi pusat bisnis dan keuangan. Apalagi,, penduduk IKN dibatasi maksimal 2 juta jiwa. Dengan jumlah populasi yang terbatas, dukungan bisnis dan keuangan yang diperlukan juga tidak besar.

Pendapat itu dikemukakan Budi Yanto Lusli, Founder Synthesis Development, perusahaan pengembang sejumlah apartemen di landed residential di Jakarta dan sekitarnya. Ia mengemukakan pendapat itu saat launching show unit apartemen Belton Residence di kawasan Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, menjelang Lebaran lalu.

Apartemen 20 lantai besutan Synthesis itu menawarkan 192 unit hunian tipe 1-3 kamar tidur (BR) seluas 24 – 71 m2 semigroos, dengan 65% unit sudah terpesan. Paling banyak tipe 2 BR yang disediakan dalam 5 varian, dan juga paling laku, terutama tipe 2 BR varian B seluas 50 m2 semigross Luas bersih sekitar 42 m2).

Baca juga: Agung Podomoro Lansir Premier Hills di Area Penyangga IKN

“Karena tipe itu selaras dengan kebutuhan pasangan muda yang menjadi target pasar apartemen,” kata David Suryadisastra, Dept Head The Belton Residence, yang mendampingi Budi dalam acara itu. Selain itu unit bisa dibeli secara tunai bertahap hingga 60 bulan tanpa depe. Harga unit mulai dari Rp600 jutaan sampai Rp1,7 miliar.

Menurut Budi, sekarang pun tanpa memperhitungkan keberadaan IKN, posisi Jakarta sebagai pusat bisnis, keuangan, dan gaya hidup juga terus menurun, bergeser ke Bodetabek. “Karena itu penduduk Jakarta turun terus, sebaliknya populasi Bodetabek naik terus,” katanya.

Budi juga menyebut pembangunan infrastruktur terutama transportasi massal di Jabodetabek, yang justru akan mendorong kawasan aglomerasi itu menjadi kota yang kian berkembang. “Pembangunan infrastruktur transportasi itu merupakan daya tarik yang kuat, yang akan memicu munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru di Jabodetabek,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Bank BNI Permudah Layanan Perbankan Saat Arus Mudik Lebaran

Bank BNI menghadirkan layanan Agen46 di sejumlah titik strategis...

Bank BJB Helat Event Lari yang Hubungkan Kompetisi, Bisnis, Hingga Tourism

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, bank bjb meluncurkan rangkaian event...

Jumlah Uang Beredar dan Transaksi Digital Tumbuh Tinggi

Uang beredar adalah indikator likuiditas perekonomian. Jumlah uang beredar...

Likuiditas Longgar, Tapi Penurunan Bunga Simpanan di Bank Masih Terbatas

Peningkatan ketidakpastian baru menyusul perang di Timur Tengah, tidak...

Berita Terkini