Kementerian PUPR Rampungkan Pembangunan 5.598 Rumah Korban Gempa Sulteng
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan rumah atau hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) 2018. Hal itu ditandai dengan rampungnya konstruksi huntap tahap 2B.
Huntap tahap 2B dibangun di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulteng, sebanyak 961 unit. Yakni, di Zona 2A 1 sebanyak 750 unit, Zona 2B 1 sebanyak 169 unit, dan Zona 2B 2 sebanyak 42 unit. Seluruhnya rumah tipe 36 yang dilengkapi 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan ruang keluarga.
Karena itu Kementerian PUPR pun secara simbolis melaksanakan serah terima kunci kepada warga yang akan menghuni huntap tersebut. Warga korban gempa dan tsunami sendiri selama hampir 6 tahun menghuni hunian sementara.
Prosesi serah terima kunci dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di lokasi Huntap Tondo, akhir pekan lalu.
Menko Muhadjir mengutip pengakuan warga korban gempa yang telah menghuni rumah tersebut mengatakan, huntap yang dibangun Kementerian PUPR di Palu itu sangat bagus.
“Karena itu setelah serah terima kunci ini, rumahnya segera ditempati. Segera lakukan penghijauan agar jadi lingkungan yang sehat. Dijaga jadi kampung yang permai dan lebih modern,” katanya seperti dikutip keterangan tertulis Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR.
Iwan mengungkapkan, Kementerian PUPR mendapat penugasan membangun 5.598 unit rumah untuk korban gempa Palu. Hingga saat ini 5.216 unit telah selesai dibangun. “Dari total yang selesai konstruksinya itu, sebanyak 4.264 unit sudah siap huni. Sedangkan yang sudah betul-betul dihuni 3.524 unit,” ujarnya.
Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan 3.724 Rumah Korban Gempa Sulteng
Seluruh rumah dibangun dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). RISHA adalah teknologi konstruksi knock down yang memungkinkan rumah dibangun dengan cepat, menggunakan beton bertulang pada struktur utamanya.
Selain itu RISHA juga dirancang sebagai bangunan tahan gempa. Pemakaian teknologi RISHA di wilayah rawan gempa seperti Palu dan Donggala di Sulteng, diharapkan membuat masyarakat tidak lagi kehilangan rumah dan harta bendanya saat terjadi gempa bumi.
Iwan berharap Pemda Sulteng terus membantu melakukan percepatan penghunian Huntap Palu tersebut. “Seperti lewat penerbitan SK penghunian, serah terima aset, penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), sehingga rumah yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” tutur Iwan.
Kawasan huntap Palu dilengkapi prasarana pendukung berupa jaringan air bersih dan sanitasi komunal, jalan lingkungan dan drainase, sambungan listrik, Penerangan Jalan Umum (PJU), gedung serbaguna, ruang terbuka hijau, dinding penahan tanah, tempat sampah, serta fasilitas sosial seperti balai warga dan sarana ibadah.
Sebelumnya Kementerian PUPR telah menbangun Huntap Tahap 2A sebanyak 712 unit yang tersebar di 15 lokasi. Sementara pembangunan tahap pertama sebanyak 1.679 unit telah selesai tahun 2022 dan sudah mulai dihuni .