Senin, Januari 19, 2026
HomeNewsEkonomiSeptember Kunjungan Turis Asing Menurun, Juga Lama Tinggalnya

September Kunjungan Turis Asing Menurun, Juga Lama Tinggalnya

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan akhir pekan ini, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing ke Indonesia pada September 2025 mencapai 1,39 juta kunjungan.

Jumlah tersebut mengalami penurunan 7,33 persen dibandingkan Agustus 2205 (m-to-m), namun naik 9,04 persen dibandingkan September 2024 (y-on-y).

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang Januari–September 2025 tercatat sebesar 11,43 juta kunjungan. Angka ini mengalami peningkatan 10,22 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (c-to-c).

Menurut BPS, jumlah kunjungan wisman mengalami penurunan dari Januari hingga Maret 2025, dari 1,16 juta kunjungan (Januari) menjadi 1,02 juta kunjungan (Februari), dan semakin turun menjadi 984,77 ribu kunjungan pada Maret.

Pada April 2025, kunjungan wisman meningkat menjadi 1,16 juta kunjungan, dan terus meningkat hingga Agustus 2025 menjadi 1,51 juta, sebelum menurun pada September 2025 menjadi 1,39 juta kunjungan.

Secara bulanan (mtm), pada September 2025 kunjungan wisman hanya meningkat pada sebagian kelompok kebangsaan.

Kunjungan wisman asal Oseania mengalami peningkatan tertinggi sebesar 4,52 persen, diikuti wisman asal ASEAN dan Amerika masing-masing 3,22 persen dan 1,46 persen.

Sedangkan kunjungan wisman asal Timur Tengah mengalami penurunan terdalam sebesar 25,79 persen, diikuti wisman asal Eropa yang turun 23,69 persen.

Baca juga: Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Terus Menanjak

Sementara secara tahunan, jumlah kunjungan wisman pada September 2025 meningkat di semua kelompok kebangsaan.

Kunjungan wisman kelompok kebangsaan Timur Tengah mengalami peningkatan tertinggi sebesar 17,22 persen, diikuti wisman asal Afrika 16,52 persen, dan wisman asal ASEAN 13,78 persen.

Turis asal Malaysia masih tercatat sebagai yang terbanyak mengunjungi Indonesia selama September 2025 mencapai 272,42 ribu kunjungan (19,53 persen).

Diikuti wisman berkebangsaan Australia 163,53 ribu kunjungan (11,72 persen), Singapura 119,24 ribu kunjungan (8,55 persen), dan Tiongkok 113,26 ribu kunjungan (8,12 persen).

Rata-rata lama tinggal wisman diIndonesia pada September 2025 mencapai 10,09 malam. Menurun dibanding Agustus 11,02 malam dan Juli 10,52 malam.

Baca juga: Rata-Rata Lama Tinggal Turis Asing di Indonesia 11 Malam, Paling Lama Turis Rusia 22 Malam

Namun rata-rata pengeluaran wisman selama triwulan III 2025 (Juli-September) meningkat menjadi USD1.297,31 (sekitar Rp21,5 juta dengan kurs Rp16.500), dari rata-rata USD1.199,71 (sekitar Rp20 juta) pada triwulan II 2025 per wisman.

Wisman dari ASEAN memiliki rata-rata lama tinggal paling singkat selama 4,44 malam, sedangkan wisman asal Eropa memiliki rata-rata lama tinggal paling lama selama 16,22 malam.

Berdasarkan kebangsaan, ratarata lama tinggal terlama tercatat pada wisman berkebangsaan Yaman selama 25,76 malam, sedangkan tersingkat wisman asal Timor Leste 2,68 malam.

Berita Terkait

Ekonomi

Airlangga: Akan Banyak Berita Baik dalam Ekonomi RI

Pemerintah terus memperkuat kebijakan perekonomian nasional untuk menjaga stabilitas,...

Penjualan Emas Bank BSI Tembus 2,18 Ton

Bank BSI merupakan bank emas pertama di Indonesia dan...

Tiga Hari Pekan Ini Modal Asing Cabut Rp7,71 Triliun, Rupiah Kian Amblas

Setelah selama tiga pekan sebelumnya terus mengalir masuk (beli...

Berita Terkini