Senin, Januari 12, 2026
HomeBerita PropertiBisnis Hotel Terpuruk, Okupansi Januari-November 2025 Hanya 37,56 persen

Bisnis Hotel Terpuruk, Okupansi Januari-November 2025 Hanya 37,56 persen

Bisnis perhotelan benar-benar terpukul oleh kebijakan efisiensi anggaran perjalanan dinas dan pertemuan yang diterapkan pemerintahan Prabowo Subianto sejak akhir 2024. Tingkat hunian atau okupansi hotel terus menurun sepanjang tahun ini.

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pekan lalu mengungkapkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Indonesia pada November 2025 mencapai 39,97 persen. Naik 0,44 persen poin secara bulanan dibanding Oktober 2025 (mtm), namun turun 2,64 persen poin secara tahunan dibanding November 2024 (yoy).

Berdasarkan klasifikasi hotel, TPK hotel bintang pada November 2025 mencapai 53,89 persen. Secara tahunan turun 1,07 persen, kendati secara bulanan naik 1,05 persen poin.

Secara kumulatif sepanjang Januari-November 2025, TPK hotel bintang mencapai 48,66 persen, turun 3,39 persen poin dibandingkan TPK pada periode yang sama tahun 2024.

Sementara TPK hotel nonbintang pada November 2025 mencapai 24,98 persen. Turun 1,56 persen poin dibandingkan November 2024 (yoy), dan turun 0,27 persen poin dibanding Oktober 2025 (mtm).

Secara kumulatif selama Januari-November 2025, TPK hotel nonbintang mencapai 24,88 persen, turun 1,48 persen poin dibanding periode yang sama 2024. TPK tertinggi pada November 2025 tercatat pada hotel bintang 4 sebesar 58,66 persen, TPK terendah pada hotel nonbintang 24,98 persen.

Secara tahunan, seluruh klasifikasi hotel mengalami penurunan okupansi pada November 2025. Hotel bintang 5 mengalami penurunan terdalam sebesar 2,72 persen poin, diikuti hotel bintang 1 yang turun 2,56 persen poin. Sementara TPK hotel bintang 3 mengalami penurunan terendah sebesar 0,98 persen poin.

Sedangkan secara bulanan (mtm), mayoritas klasifikasi hotel mengalami peningkatan okupansi. Hotel bintang 3 mengalami peningkatan terbesar 1,72 persen poin, diikuti hotel bintang 4 yang naik 1,71 persen poin. TPK hotel bintang 1 mencatatkan kenaikan terendah 0,28 persen poin. Pada hotel bintang 5 dan nonbintang terjadi penurunan TPK 1,48 persen poin dan 0,27 persen poin.

Baca juga: Kunjungan Turis Meningkat, Tapi Okupansi Hotel Belum Juga Membaik

Secara kumulatif selama Januari-November 2025 TPK hotel Indonesia hanya 37,56 persen. Turun 3,38 persen poin. Semua klasifikasi hotel mengalami penurunan, dengan penurunan TPK terdalam pada hotel bintang 4 sebesar 4,93 persen poin, dan terendah pada hotel nonbintang 1,48 persen poin.

Konsultan properti Colliers Indonesia mengkonfirmasi keterpurukan bisnis hotel itu saat menyampaikan outlook properti triwulan IV 2025 di Jakarta awal pekan ini. Colliers membatasi riset pada hotel di Jakarta dan Surabaya.

“Tahun 2025 memang tahun yang sulit bagi pasar hotel, akibat efisiensi anggaran pemerintah di pasar MICE (meeting, incentive, convention, exhibiton). Di Jakarta dan Surabaya pasar hotel menurun 5-10 persen,” kata Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto.

Hanya saja, karena Jakarta merupakan kota bisnis global, tingkat okupansi hotelnya masih terbilang tertinggi di Indonesia, mencapai 62 persen menurut BPS. Begitu juga Surabaya dengan level sedikit di bawah Jakarta. Karena itu kendati pasar menurun, tetap ada pembangunan hotel baru di dua kota terbesar di Indonesia itu. Semuanya hotel berbintang.

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Pariwisata masih mengkaji insentif yang bisa diberikan untuk menggairahkan bisnis hotel.

“Masih dikaji (insentifnya), sekarang belum,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam sebuah acara di Jakarta awal Oktober 2025. Sementara insentif perpanjangan PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (PPh DTP) bagi pekerja pariwisata sektor hotel, restoran, kafe (horeka) telah berjalan sejak akhir 2025.

Berita Terkait

Ekonomi

Melorot Optimisme Kaum Bawah Terhadap Penghasilannya

Survei Konsumen Bank Indonesia pada Desember 2025 yang dirilis...

Penghujung Tahun, Konsumen Kurangi Konsumsi, Perbanyak Tabungan

Menjelang berakhirnya tahun 2025 yang dihiasi cerita penurunan daya...

Menkeu Akan Tarik Utang Lebih Banyak untuk Biaya APBN 2026

Defisit APBN 2025 sebesar 2,92 persen dari Produk Domestik...

Kadin Paparkan Agenda Internasional yang Bisa Dorong Perekonomian Indonesia

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan empat agenda...

Berita Terkini