Banjir di Sejumlah Lintasan, KAI Batalkan Puluhan Perjalanan Kereta Termasuk KRL
Curah hujan tinggi dan cuaca ekstrim selama sepekan terakhir, membuat sejumlah lintasan kereta api di Jawa digenangi banjir sehingga mengganggu kelancaran perjalanan kereta api.
Mengutip keterangan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Senin (19/1/2026), terdapat beberapa titik banjir yang memengaruhi operasional perjalanan kereta di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta.
Di Daop 4 Semarang, banjir terjadi pada petak jalan antara Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi di Km 88+900 hingga Km 89+100, yang berdampak pada jalur hulu dan hilir.
Gangguan dipicu luapan sungai serta jebolnya tanggul di sekitar lintasan akibat hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang.
Saat ini perjalanan kereta api di lokasi tersebut hanya dapat dilalui melalui satu jalur hulu dengan pengamanan ketat, termasuk penggunaan lokomotif BB304, sambil menunggu kondisi lintasan dinyatakan aman.
Gangguan di lintas Pekalongan–Sragi bermula pada Jumat (16/1) dini hari saat banjir mulai menggenangi emplasemen Stasiun Pekalongan dan menimbulkan rintang jalan.
Upaya penanganan dilakukan secara bertahap melalui penambahan balas dan pengangkatan jalur rel. Namun, hujan lebat kembali terjadi pada malam hari hingga Sabtu (17/1) dini hari yang menyebabkan luapan Sungai Bermi dan limpasan Sungai Meduri, sehingga jalur rel terendam hingga 23 sentimeter.
Pada Minggu pagi (18/1/2026), kondisi diperberat dengan jebolnya tanggul sungai yang memicu banjir di titik baru Km 89+100. Penanganan dilakukan berpacu dengan kondisi alam, termasuk hujan yang masih berlangsung serta pengaruh pasang laut di pesisir utara Jawa.
Sementara di Daop 1 Jakarta, genangan air terpantau di sejumlah lokasi operasional, meliputi emplasemen Stasiun Kampung Bandan, petak jalan Jakarta Kota–Tanjung Priok, emplasemen Jakarta Gudang, emplasemen Jakarta Kota, serta emplasemen Sungai Lagoa.
Baca juga: Tidak Hanya Whoosh, Turis Asing Juga Makin Demen Naik Kereta Api
Hujan deras sejak dini hari menyebabkan ketinggian air di beberapa titik sempat mencapai 10 sentimeter dari kepala rel. Untuk menjaga keselamatan perjalanan, KAI memberlakukan pembatasan kecepatan, pemasangan semboyan pengamanan, serta pengaturan dan rekayasa operasional perjalanan kereta dan layanan commuter line.
Sepanjang 16-18 Januari 2026, total perjalanan kereta api antarkota di Jawa mencapai 593 perjalanan. Dari jumlah itu, KAI melakukan pembatalan 82 perjalanan kereta antarkota, dengan rincian 21 perjalanan dibatalkan pada Jumat (17/1) dan 61 perjalanan dibatalkan Minggu (18/1).
Selain itu, 17 perjalanan kereta api diberlakukan pola operasi memutar melalui lintas Cirebon–Kroya–Yogyakarta–Solo guna menghindari lintasan terdampak banjir.
Selama periode tersebut, KAI juga mencatat 76 perjalanan kereta api mengalami keterlambatan dengan rata-rata kelambatan sekitar 240 menit.
Hingga Minggu siang, 51 perjalanan kereta api keberangkatan Jumat (17/1) masih dalam perjalanan dan belum mencapai tujuan.
Adapun kelambatan tertinggi tercatat pada KA 260B (KA Tawang Jaya relasi Pasar Senen–Semarang Poncol) dengan keterlambatan 445 menit untuk keberangkatan, serta KA 21A (KA Argo Muria relasi Semarang Tawang–Gambir) dengan keterlambatan 484 menit untuk kedatangan.
Untuk layanan angkutan barang, KAI membatalkan 16 perjalanan kereta api barang, termasuk pada relasi Kalimas Surabaya–Tanjung Priok. Sementara pada layanan commuter line Jabodetabek, KAI memberlakukan rekayasa operasional dengan membatalkan sebagian relasi sebagai langkah pengamanan keselamatan perjalanan.
Hingga Minggu (18/1) pukul 08.00 WIB, jumlah pembatalan tiket Kereta Api Jarak Jauh yang tercatat mencapai 8.615 tiket. Pembatalan dilakukan oleh pelanggan seiring adanya pembatalan perjalanan dan rekayasa operasional akibat kondisi banjir.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan dampak faktor alam di luar kendali operasional perusahaan atau kondisi force majeure, sehingga keselamatan pelanggan dan petugas menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.
“Dalam kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan genangan dan banjir di lintasan dan emplasemen, KAI mengambil langkah pengamanan maksimal, termasuk pembatalan dan pengaturan perjalanan kereta api. Seluruh keputusan diambil untuk menjaga keselamatan pelanggan dan mencegah risiko yang lebih besar,” kata Bobby melalui keterangan resmi dikutip Selasa (20/1/2026).
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi serta memastikan bahwa setiap kebijakan operasional diambil berdasarkan evaluasi teknis menyeluruh dan kondisi riil di lapangan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menambahkan, KAI menjalankan pemulihan operasional secara bertahap dan terpadu, melalui perbaikan prasarana di lokasi terdampak, rekayasa pola operasi perjalanan, penyiapan sarana dan rangkaian cadangan, serta pembatalan perjalanan pada kondisi tertentu demi keselamatan.
“KAI juga menerapkan berbagai langkah operasional, termasuk penggunaan lokomotif BB hidrolis dan lokomotif CC 300 milik DJKA untuk melintasi lokasi genangan, dengan konsekuensi penambahan rata-rata kelambatan sekitar 150 menit per perjalanan,” jelas Anne.
Baca juga: KAI Angkut 4,17 Juta Penumpang Selama Libur Nataru. Meningkat 12,02 Persen
Anne menyebutkan, selain penanganan jangka pendek, KAI juga memperkuat langkah preventif jangka panjang melalui koordinasi lintas pihak dengan pemerintah daerah, instansi teknis, dan para pemangku kepentingan terkait, agar prasarana perkeretaapian makin siap menghadapi cuaca ekstrem ke depan.
Contoh 38 Perjalanan KA yang Dibatalkan pada 18 Januari 2026:
1. KA 1B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir)
2. KA 2B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Surabaya Pasar Turi)
3. KA 17 (KA Argo Sindoro relasi Semarang Tawang – Gambir)
4. KA 20 (KA Argo Muria relasi Gambir – Semarang Tawang)
5. KA 29F (KA Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir)
6. KA 30F (KA Argo Anjasmoro relasi Gambir – Surabaya Pasar Turi)
7. KA 146-147 (KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang – Surabaya Pasar Turi – Semarang Tawang – Pasar Senen)
8. KA 148-145 (KA Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen – Semarang Tawang – Surabaya Pasar Turi – Ketapang)
9. KA 151 (KA Brantas relasi Blitar – Pasar Senen)
10. KA 152 (KA Brantas relasi Pasar Senen – Blitar)
11. KA 175 (KA Menoreh relasi Semarang Tawang – Pasar Senen)
12. KA 178 (KA Tawang Jaya Premium relasi Pasar Senen – Semarang Tawang)
13. KA 181-182 (KA Kamandaka relasi Purwokerto – Tegal – Semarang Tawang)
14. KA 183-184 (KA Kamandaka relasi Semarang Tawang – Tegal – Purwokerto)
15. KA 217 (KA Kaligung relasi Semarang Poncol – Cirebon Prujakan)
16. KA 218 (KA Kaligung relasi Cirebon Prujakan – Semarang Poncol)
17. KA 216 (KA Kaligung relasi Brebes – Semarang Poncol)
18. KA 213 (KA Kaligung relasi Semarang Poncol – Brebes)
19. KA 263 (KA Ambarawa Ekspres relasi Surabaya Pasar Turi – Semarang Poncol)
20. KA 264 (KA Ambarawa Ekspres relasi Semarang Poncol – Surabaya Pasar Turi)
21. KA 269 (KA Matarmaja relasi Malang – Pasar Senen)
22. KA 270 (KA Matarmaja relasi Pasar Senen – Malang)
23. KA 203 (KA Tegal Bahari relasi Tegal – Pasar Senen)
24. KA 204 (KA Tegal Bahari relasi Pasar Senen – Tegal)
25. KA 137B (KA Parahyangan relasi Bandung – Gambir)
26. KA 138B (KA Parahyangan relasi Gambir – Bandung)
27. KA 46 (KA Taksaka relasi Gambir – Yogyakarta)
28. KA 47 (KA Taksaka relasi Yogyakarta – Gambir)
29. KA 129B (KA Papandayan relasi Garut – Gambir)
30. KA 130B (KA Papandayan relasi Gambir – Garut)
31. KA 50F-51F (KA Purwojaya relasi Gambir – Kroya – Cilacap)
32. KA 52-49 (KA Purwojaya relasi Cilacap – Kroya – Gambir)
33. KA 132B (KA Parahyangan relasi Gambir – Bandung)
34. KA 133B (KA Parahyangan relasi Bandung – Gambir)
35. KA 171-174 (KA Ciremai relasi Semarang Tawang – Cirebon – Bandung)
36. KA 173-172 (KA Ciremai relasi Bandung – Cirebon – Semarang Tawang)
37. KA 7003 (KA Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir)
38. KA 7004 (KA Sembrani Tambahan relasi Gambir – Surabaya Pasar Turi)