Jumat, Januari 23, 2026
HomeNewsEkonomiModal Asing Masih Terus Keluar, Tapi Rupiah Kembali Menguat

Modal Asing Masih Terus Keluar, Tapi Rupiah Kembali Menguat

Pekan lalu nilai tukar rupiah sempat mendekati Rp17.000 per dolar AS (USD), antara lain karena faktor geopolitik yang memicu pelarian modal asing, sebelum menguat menjadi Rp16.880 pada akhir perdagangan Kamis, 15 Januari 2026.

Pekan ini Bank Indonesia melaporkan, Jum’at (23/1/2026), pada akhir perdagangan Kamis, 22 Januari 2026, rupiah di pasar spot dolar antar bank di Jakarta (Jisdor), rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.880 per USD, atau sama dengan penutupan Kamis pekan lalu.

Posisi kurs rupiah itu seiring dengan kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun ke level ke 6,32 persen, dan penurunan indeks dolar AS atau DXY ke level 98,36.

Baca juga: Rupiah Dekati Kurs Saat Krismon 1998, Kendati Asing Ramai Borong Saham

Sementara yield US Treasury (UST) Note 10 tahun naik ke 4,245 persen, yang mengidikasikan penurunan permintaan terhadap surat utang pemerintah AS tersebut.

Pada awal perdagangan Jumat, 23 Januari 2026, rupiah dibuka menguat ke level (bid) Rp16.850 per USD, dan ditutup makin kuat di level Rp16.838.

Penguatan rupiah itu terjadi saat modal asing portofolio masih melanjutkan aksi keluar (jual neto), selaras dengan meningkatnya premi risiko investasi atau credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun ke level 73,28 bps pada 22 Januari 2026, dibanding 70,86 bps pada 15 Januari 2026.

Selama 19–22 Januari 2026 modal asing tercatat keluar Rp5,96 triliun. Yaitu, Rp2,67 triliun di pasar saham, Rp1,44 triliun di pasar SBN, dan Rp1,85 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Lebih kecil dibanding jual neto selama 3 hari pekan lalu (12-14 Januari 2026) yang mencapai Rp7,71 triliun.

Baca juga: Rupiah Dekati Rp17.000 per USD, BI Tahan BI Rate 4,75 Persen

Namun, selama tahun 2026 hingga 22 Januari, modal asing yang masuk (beli neto) masih lebih banyak dibanding yang keluar, terutama di pasar saham. Yaitu, beli neto Rp8,02 triliun di pasar saham dan Rp1,89 triliun di pasar SBN, serta jual neto Rp2,67 triliun di SRBI.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini