KRL Tanahabang-Rangkasbitung Operasikan Stasiun ke-20 Jatake Akhir Januari Ini
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadwalkan operasional Stasiun Jatake di lintasan coomuterline (KRL) Tanahabang (Jakarta)-Rangkasbitung (Banten) akhir Januari ini.
Stasiun di kawasan BSD City di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, itu merupakan stasiun ke-20 di lintasan kereta komuter Tanahabang–Rangkasbitung.
Dengan demikian mulai akhir Januari 2026, KRL Tanahabang-Rangkasbitung akan mencakup stasiun Tanah Abang, Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurang Mangu, Sudimara, Rawa Buntu, Serpong, Cisauk, Cicayur, Jatake, Parung Panjang, Cilejit, Daru, Tenjo, Tigaraksa, Cikoya, Maja, Citeras, dan Rangkasbitung.
Mengutip keterangan KAI, Jum’at (23/1/2026), pembukaan stasiun Jatake merupakan respon terhadap kian padatnya jumlah penumpang di lintasan KRL Tanahabang-Rangkasbitung, seiring peningkatan aktivitas ekonomi di Banten wabil khusus Tangerang.
Per akhir Januari 2026 Kabupaten Tangerang dihuni sekitar 3,46 juta jiwa, dengan 67,82 persen merupakan populasi usia produktif (15–59 tahun).
Komposisi demografi itu membentuk pola mobilitas harian yang tinggi, khususnya pekerja dan pelaku usaha yang beraktivitas lintas wilayah menuju Jakarta termasuk pasar grosir tekstil dan pakaian di Tanah Abang.
Struktur ekonomi Tangerang juga menunjukkan basis kegiatan yang erat dengan mobilitas komuter. yaitu, industri pengolahan (33,74 persen), konstruksi (16,36 persen), serta perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor (11,35 persen). Data tahun 2024.
Baca juga: Penumpang KRL Jabodetabek 2025 Cetak Rekor
Kondisi itu tercermin pada tren peningkatan pengguna KRL Tanahabang–Rangkasbitung. Kalau pada 2018 tercatat 54,17 juta orang, 2019 menjadi 55,63 juta, sebelum anjlok selama Covid-19 menjadi 26,83 juta (2020), 42,11 juta (2021), dan 43,32 juta (2022), untuk kemudian melonjak lagi menjadi 62,09 juta (2023), 70,00 juta (2024), dan 77,55 juta (2025).
“Data itu menunjukkan, commuterline telah menjadi moda utama mobilitas ekonomi harian masyarakat Tangerang, karena menawarkan akses cepat, terjangkau, dan terjadwal, bagi semua pekerja hingga pelaku usaha,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Selain itu, bagi pekerja formal, kehadiran Stasiun Jatake juga memperkuat pilihan tinggal di kawasan penyangga Jakarta yang harga rumahnya lebih terjangkau, namun tetap mudah dan cepat dicapai dari Jakarta.
Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land), dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).
Stasiun yang berdiri di atas lahan 2.435 m2 dengan bangunan tiga lantai bergaya modern tropis dilengkapi panel surya itu, dirancang melayani hingga 20.000 penumpang per hari.
Baca juga: Stasiun Tanah Abang Baru Diresmikan, dari 141 Ribu Sekarang Bisa Angkut 380 Ribu Penumpang
Area parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda telah disiapkan, serta tersedia juga lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 m2 untuk mendukung integrasi antarmoda.
Saat ini Stasiun Jatake memasuki tahap uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Tahapan ini dijalani untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kesiapan layanan di stasiun sudah memenuhi standar.