Kamis, Januari 29, 2026
HomeNewsEkonomiAS Tetap Tak Tertandingi Sebagai Penguasa Ekonomi Dunia

AS Tetap Tak Tertandingi Sebagai Penguasa Ekonomi Dunia

Amerika Serikat (AS) masih tak tertandingi sebagai penguasa ekonomi dunia, kendati ekonomi negara raksasa lain seperti China suka disebut melaju pesat.

Menurut laporan terbaru (World Economic Outlook/WEO) Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) yang dirilis akhir Januari 2026, tahun lalu Produk Domestik Bruto (PDB) AS tercatat sebesar USD30,615 triliun, atau sekitar 30 persen PDB global 2025 yang diperkirakan mencapai USD97,9 triliun-USD111,3 triliun. PDB China masih jauh di bawah AS, sebesar USD19,398 triliun pada 2025, atau sekitar 19 persen PDB global.

PDB AS dan China yang disebutkan di sini merupakan PDB nominal, bukan PDB berdasarkan purchasing power parity (PPP) atau keseimbangan kemampuan berbelanja di setiap negara.

Kalau PDB berdasarkan paritas daya beli yang memperhitungkan selisih harga barang dan jasa antar negara, PDB China menurut IMF, berada di peringkat 1 pada 2025 dengan nilai USD39,44 triliun, AS nomor dua dengan nilai USD30,34 triliun.

Total ada 20 negara di dunia dengan nilai total PDB nominal mencakup lebih dari 80 persen PDB nominal global. Ke-20 negara itu tergabung dalam forum G-20.

Yaitu (setelah 1. AS dan 2. China), berturut-turut 3. Jerman (PDB USD5,013.57 triliun), 4. Jepang (USD4,279.83 triliun), 5. India (USD4,125.21 triliun), 6. Inggris (USD3,958.78 triliun), 7. Prancis (USD3,361.56 triliun), 8. Italia (USD2,543.68 triliun), 9. Rusia (USD2,540.66 triliun), 10. Kanada (USD2,283.6 triliun), 11. Brasil (USD2,256.91 triliun), 12. Spanyol (USD1,891.37 triliun), 13. Meksiko (USD1,862.74 triliun), 14. Korea (USD1,858.57 triliun), 15. Australia (USD1,829.51 triliun), 16. Turki (USD1,565.47 triliun), 17. Indonesia (USD1,443.26 triliun), 18. Belanda (USD1,320.64 triliun), 19. Arab Saudi (USD1,268.54 triliun), dan 20. Polandia (USD1,039.62 triliun).

Baca juga: 10 Negara dengan Perekonomian Terbesar 2025 Menurut IMF. China+AS Masih Sangat Dominan. Indonesia Nomor 7

Dari angka-angka itu terlihat, PDB 18 negara lain sangat jauh atau tidak ada apa-apanya dibanding AS, dan juga China. Jangan heran AS begitu dominan dan leluasa memaksakan kebijakan atau kehendaknya terhadap negara lain dan dunia, tanpa dunia dan negara lain, juga organisasi sebesar PBB, mampu menolak apalagi menganulirnya.

Pasalnya, semua negara, juga organisasi seperti PBB, sangat tergantung pada ekonomi dan pendanaan dari AS. AS menanggung sekitar 22 persen dari anggaran reguler PBB, dan 27 persen biaya operasi perdamaian pada 2025. Ekspor semua negara G-20 termasuk China, juga sangat tergantung pada pasar AS yang besar.

Indonezsia
Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan PDB yang cukup tinggi di antara negara-negara G-20. Kalau tahun 2000 PDB nominal Indonesia baru USD179,5 miliar, tahun 2025 meningkat hampir 8 kali lipat menjadi USD1,44 triliun.

Tahun 2010 IMF mencatat, PDB Indonesia berada di peringkat 18 dari PDB negara-negara G-20, 2015 naik ke peringkat 17, kemudian 16 (2020), sebelum turun lagi pada 2025 ke peringkat 17.

Tahun 2026, IMF memproyeksikan, dengan pertumbuhan ekonomi 2,1 persen, AS makin kokoh sebagai penguasa ekonomi global dengan PDB mencapai USD31,82 triliun, diikuti China USD20,65 triliun.

Selanjutnya (dengan PDB jauh lebih kecil) disusul Jerman USD5,33 triliun, India USD4,51 triliun, Jepang USD4,46 trillion, Inggris USD4,23 triliun, Prancis USD3,56 triliun, Itali USD2,7 triliun, Rusia USD2,51 triliun, Kanada USD2,42 triliun, Brazil USD2,29 triliun, Spanyol USD2,04 triliun, Mexico USD2,03 triliun, Australia USD1,95 triliun, Korsel USD1,94 triliun, Turkiye USD1,58 triliun, Indonesia USD1,55 triliun, Belanda USD1,41 triliun, Saudi Arabia USD1,32 triliun, dan Polandia USD1,11 triliun.

Baca juga: Menko Airlangga: Bisa Jaga Pertumbuhan 5 Persen Per Tahun, Indonesia Jadi Negara Bright Spot

Untuk pertama kalinya tahun ini IMF menyebut Swiss akan masuk dalam kelompok negara dengan PDB di atas USD1 triliun, yaitu mencapai USD1,1 triliun, yang kemungkinan akan disusul Taiwan tahun depan, yang tahun ini PDB-nya diproyeksikan IMF mencapai USD971 miliar.

Besaran PDB memang tidak selalu berjalan seiring dengan pendapatan penduduk sebuah negara, tergantung jumlah populasi. Tapi di AS, negara dengan populasi ke-3 terbesar di dunia, nilai PDB-nya berjalan selaras dengan pendapatan penduduknya.

Dengan PDB USD31,82 triliun, pendapatan per kapita AS mencapai USD92,88 ribu per tahun. Tertinggi di antara negara-negara G-20. Bandingkan dengan China (negara dengan populasi nomor 2 terbesar di dunia). Dengan PDB USD20,65 triliun, pendapatan per kapitanya hanya USD14,730 ribu.

Paling rendah PDB per kapita India (populasi nomor 1 terbesar di dunia) senilai USD3,051 ribu per tahun, diikuti Indonesia (populasi nomor 4 terbesar) senilai USD5,398 ribu.

Sementara PDB per kapita negara-negara G-20 lainnya di luar China dan Brasil (USD10,70 ribu), sudah di atas USD15 ribu per tahun. Bahkan, PDB per kapita Swiss mencapai USD118,17 ribu, salah satu yang tertinggi di dunia.

Berita Terkait

Ekonomi

Survei BI: Triwulan I Penyaluran Kredit Diperkirakan Melorot, Kendati Likuiditas Kian Longgar

Survei Perbankan Bank Indonesia yang dipublikasikan pekan lalu mengungkapkan,...

Bank BRI Terus Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas

Bank BRI terus memperluas perannya untuk memperkuat fondasi ekonomi...

Desember 2025 Kredit Properti Tumbuh Tinggi, Disumbang Kredit Konstruksi

Bank Indonesia (BI) melaporkan akhir pekan lalu, pertumbuhan kredit...

Berita Terkini