Jumat, Januari 30, 2026
HomeApartmentApartemen Antasari Place Terjual Hampir 100 Persen, Disokong Insentif PPN DTP

Apartemen Antasari Place Terjual Hampir 100 Persen, Disokong Insentif PPN DTP

Apartemen adalah subsektor properti yang paling kendur pasarnya selama satu dekade terakhir. Penjualan seret, stok melimpah, pengembangan proyek eksisting berjalan sangat lamban.

Namun, di tengah situasi seperti itu, PT Indonesia Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia, tetap bisa menuntaskan penjualan apartemen di kawasan mixed use Antasari Place, Jl Pangeran Antasari, Jakarta Selatan.
Antasari Place rencananya mengembangkan 2 menara apartemen termasuk apartemen servis dan area ritel.

Menurut Presiden Direktur-CEO Paradise Indonesia Anthony Prabowo Susilo, saat ini menara pertama apartemen Antasari Place 38 lantai tinggal menyisakan 70 unit dari total 980 unit.

“Jadi, yang belum terjual tinggal tujuh persen,” katanya dalam media gathering “Business Outlook 2026, Driving Business Growth Through Transformation” di Jakarta, Jumat (30/1/2026). Ia berbicara bersama Surina, Direktur dan CFO Paradise Indonesia.

Penjualan apartemen Antasari Place menjadi penyumbang utama pertumbuhan pendapatan INPP selama 2025, yang mencapai 125 persen dibanding 2024. Sejak Maret 2025 INPP sudah melakukan serah terima unit kepada konsumen. Apartemen sudah mulai dihuni, area ritel The Alley dan apartemen servisnya (Citadines Antasari) juga sudah beroperasi.

Karena penjualan Antasari Place itu pula, porsi pendapatan berulang (recurring income) dari penyewaan hotel dan ritel INPP yang selama ini mencapai lebih dari 80 persen dari total pendapatan, tahun lalu menurun menjadi 69 persen. Sedangkan 31 persen lainnya disumbang pendapatan dari penjualan properti.

Baca juga: 2025 Paradise Indonesia Bukukan Kenaikan Pendapaan 125 Persen, Disumbang Penjualan Apartemen

Penjualan Antasari Place diperkirakan menghasilkan pendapatan antara Rp400-500 miliar. Sekitar 80 persen penjualan apartemen INPP termasuk Antasari Place, disokong kebijakan insentif free PPN atau PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). “Kebijakan PPN DTP sangat positif dampaknya terhadap bisnis properti,” ujar Anthony.

PPN DTP diberikan terhadap transaksi properti baru siap huni seharga hingga Rp5 miliar, dengan yang mendapat free PPN hanya harga sampai Rp2 miliar. Antasari Place menawarkan unit tipe studio dan 1-2 kamar tidur (1-2 BR) seluas 28 – 65 m2 seharga Rp1–3 miliaran/unit.

Selain itu, INPP juga menawarkan promo menarik untuk memikat konsumen. Yaitu, program FREEE atau fixed return easy earning, khusus untuk pembelian dengan kredit pemilikan apartemen (KPA) dari perbankan.

Melalui promo itu, developer menjamin konsumen mendapatkan return 6 persen per tahun dari unit yang dibelinya, sehingga setelah akad kredit cukup membayar selisihnya sebesar Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan selama 3 tahun pertama.

Proyek apartemen di pertemuan Jalan Pangeran Antasari-Jl TB Simatupang serta jalan tol Depok-Antasari (Desari) dan jalan tol JORR Pondok Pinang-Taman Mini, Jakarta Selatan, itu semula bernama Antasari 45.

Namun, proyek besutan PT Prospek Duta Sukses (PDS) tersebut, mangkrak pembangunannya setelah dilansir pada 2014 sebelum diakuisisi INPP tahun 2020.

Karena mangkrak, konsumen berkonflik dengan developer lama sebelum akhirnya sepakat berdamai melalui pengadilan, sehingga proyek bisa di-take over INPP.

Setelah di-take over, INPP tidak bisa langsung melanjutkan pengembangan proyek, karena kepercayaan konsumen kepada developer terlanjur merosot. Mereka merasa tidak lagi akan mendapat keuntungan seperti yang diharapkan semula dari pembelian apartemen tersebut. Sebelum diambil alih INPP, apartemen Antasari Place sudah terjual sekitar 70 persen.

Karena itu selain meredesain konsep pengembangan Antasari Place termasuk apartemennya, manajemen INPP juga harus berupaya terlebih dulu meraih kembali kepercayaan konsumen dengan berbagai dramanya, sebelum akhirnya bisa melanjutkan pengembangan proyek (ground breaking) pada Juni 2022.

Karena berlikunya jalan men-take over Antasari Place itu, semula banyak yang skeptis pengambil-alihan pproyek itu akan menguntungkan INPP. Terlebih pasar apartemen juga sedang mengerut.

“Nyatanya, proyek yang semula disebut imposible, menjadi posible dan profitable,” ujar Anthony. INPP mengambil alih Antasari Place, karena ingin memperluas portofolio bisnis ke segmen penjualan properti (property development).

Baca juga: Antasari Place, Dari Mangkrak, Diakuisisi, Hingga Sukses Serah Terima

Sejak berdiri tahun 2002, INPP sudah mengembangkan lebih dari 25 proyek. Semuanya berhasil dibangun dan dipasarkan sesuai target. Tidak ada proyek yang gagal, di-cancel, apalagi mangkrak, bahkan saat pandemi sekalipun, termasuk proyek apartemen yang pasarnya melesu sejak sebelum pandemi.

Anthony mencontohkan apartemen One Residence di Batam yang dilansir 2019, tapi bisa serah terima dua bulan lebih awal kendati ada pandemi. Begitu pula Hotel Hyatt Place di Makassar yang selesai dalam 39 bulan, serta apartemen 31 Sudirman Suites yang bisa ground breaking tiga bulan lebih awal, dan topping off medio November 2021 tanpa terhalang pandemi. “INPP one hundred completion track record,” tegasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Melihat Tren Belanja dari Kacamata Mandiri Spending Index

Aktivitas belanja masyarakat mulai melambat khususnya pasca libur Natal...

AS Tetap Tak Tertandingi Sebagai Penguasa Ekonomi Dunia

Amerika Serikat (AS) masih tak tertandingi sebagai penguasa ekonomi...

Survei Perbankan: Penyaluran Kredit 2026 Diprediksi Hampir Sama Dengan 2025

Survei Perbankan Bank Indonesia yang dipublikasikan pekan lalu mengindikasikan,...

Berita Terkini