Kredit Makin Longgar, Tapi Pengembang Malah Kian Malas Pakai Kredit Bank
Pada triwulan IV 2025 Bank Indonesia melaporkan, likuiditas makin longgar dan persyaratan pemberian kredit oleh perbankan makin lunak.
Namun, hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia triwulan IV 2025 yang dirilis Jumat (6/2/2026) mengungkapkan, para pengembang real estate justru makin malas menggunakan kredit bank dalam membiayai pengembangan proyeknya.
Menurut survei tersebut, pada triwulan IV 2025 sumber pembiayaan utama pengembang dalam pengembangan proyek residensialnya, masih berasal dari dana internal perusahaan dengan pangsa 80,14 persen. Diikuti pinjaman perbankan 14,15 persen dan pembayaran dari konsumen 5,71 persen.
Penggunaan dana internal itu meningkat cukup signifikan dibanding triwulan III 2025 yang mencapai 77,67 persen, diikuti kredit bank 16,02 persen, dan pembayaran dari konsumen 6,31 persen.
Porsi penggunaan dana internal pada triwulan III 2025 itu sudah menurun dibanding triwulan II 2025 sebesar 78,36 persen. Sebaliknya penggunaan kredit bank meningkat dari triwulan II 2025 sebesar 15,68 persen, begitu pula pembayaran konsumen yang sebelumnya 5,96 persen.
Baca juga: Desember 2025 Kredit Properti Tumbuh Tinggi, Disumbang Kredit Konstruksi
Sebagai catatan, pada triwulan I 2024 porsi dana internal perusahaan dalam pengembangan proyek residensial hanya 72,93 persen, kredit bank 20,3 persen, dan pembayaran konsumen 6,77 persen.
Pada triwulan II 2024 penggunaan dana internal itu meningkat menjadi 74,69 persen, kredit bank turun menjadi 19,31 persen, begitu pula pembayaran konsumen turun menjadi 6 persen.
Pada triwulan III dan IV 2024 persentase penggunaan dana internal itu stabil di 74,31 persen dan 74,38 persen, kredit bank 19,68 persen dan 20,01 persen, serta pembayaran konsumen 6,01 persen dan 5,61 persen.
Namun pada triwulan I 2025 porsi dana internal pengembangan perumahan itu melonjak menjadi 77,28 persen, pinjaman bank melorot menjadi 16,62 persen, dan pembayaran konsumen 6,10 persen.
Penggunaan dana internal itu makin meninggi pada triwulan II 2025 sebelum menurun sedikit pada triwulan III 2025, seperti sudah disebutkan di atas.