Senin, Februari 9, 2026
HomeBerita PropertiLJH Realty: Broker Properti Bukan Sekadar Agen, tapi Profesi Masa Depan

LJH Realty: Broker Properti Bukan Sekadar Agen, tapi Profesi Masa Depan

Di tengah dinamika ekonomi dan persaingan ketat industri properti, profesi broker properti justru menunjukkan daya tahan sekaligus peluang yang makin terbuka. Tercermin antara lain dari perhelatan Awards Annual 2026 Parade of Excellence yang digelar LJH Realty Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Awards Annual 2026 Parade of Excellence adalah ajang apresiasi bagi property consultant dan mitra outlet LJH Realty yang dinilai berprestasi sepanjang 2025.

Direktur LJH Realty Indonesia Oka Mahendra menyatakan, LJH Realty adalah brand properti 100 persen lokal dengan filosofi “Leading Journey Home”. Filosofi ini berangkat dari kebutuhan masyarakat akan rasa aman dan nyaman dalam melakukan transaksi properti.

“Properti bukan hanya soal jual beli aset. Ada kepercayaan, kebutuhan akan rasa aman, dan kualitas layanan. Di situlah peran broker properti,” kata Oka melalui keterangan tertulis dikutip Senin (9/2/2026).

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi para property consultant dan mitra outletnya, dalam ajang itu LJH Realty menghadirkan musisi papan atas Marcello Tahitoe (Ello) untuk memeriahkan suasana.

LJH Realty yang dikelola para profesional yang telah berkecimpung lama di industri properti, saat sudah memiliki 36 kantor dengan lebih dari 600 property consultant, yang bergabung melalui dua skema kemitraan: konsultan pemasaran properti dan mitra outlet.

Jaringan LJH Realty tersebar di Jabodetabek, Bali, Semarang, Batam, Solo, Yogyakarta, Bandung, Makassar, hingga kota-kota besar lain.

Kantor pusat berperan sebagai penggerak utama dalam pelatihan, branding, networking, sistem pendukung, hingga pemberian penghargaan.

“Kami membekali konsultan dan mitra dengan pelatihan berkelanjutan, penguatan personal dan corporate branding, serta sertifikasi broker. Agen harus profesional, memberikan rasa aman, dan fokus pada layanan,” jelas Oka.

Baca juga: Mau Efektif Jualan? Agen Properti Harus Manfaatkan Marketplace

Perubahan perilaku konsumen juga mendorong pentingnya peran broker. Klien saat ini makin selektif dan mengutamakan kualitas layanan. Transaksi di pasar sekunder masih mendominasi, karena banyak pembeli mencari fleksibilitas harga dan lokasi.

“Menjual properti bukan sekadar memasang iklan. Broker berperan menghubungkan penjual dan pembeli, melakukan follow up, negosiasi, hingga memastikan legalitas dokumen. Tidak semua orang punya waktu dan keahlian untuk itu,” terangnya.

Berbagai indikator menunjukkan prospek pasar properti 2026 masih positif. Properti dengan harga di bawah Rp1 miliar tetap diminati, karena pasarnya didominasi end-user. Pemerintah juga masih menggulirkan insentif seperti PPN DTP 100 persen, yang efektif mendorong minat beli masyarakat.

Bank-bank penyalur KPR juga berlomba menghadirkan produk yang makin ramah. Mulai dari suku bunga rendah hingga tenor panjang. Kondisi ini menciptakan iklim yang kondusif bagi transaksi properti, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi broker properti.

Profesi sangat menjanjikan
Pengakuan terhadap profesi broker tercermin dari penghargaan Lifetime Achievement Award yang diterima Hanny Koswidjaja, Principal LJH Realty Kelapa Gading. Selama 24 tahun menjadi broker, ia melihat pasar properti khususnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tetap dinamis.

“Pasar seken di Kelapa Gading sangat gemuk. Transaksi cukup tinggi, dengan harga rumah mulai dari Rp2 miliar. Kebutuhan akan broker tetap besar karena kompleksitas transaksi,” ujar Hanny.

Ia menambahkan, broker profesional harus punya manajemen waktu yang baik, jaringan luas, dan berada dalam brand yang kredibel. “Dengan brand yang kuat, kepercayaan klien lebih mudah dibangun,” tukasnya.

Baca juga: Tak Kenal Pasar, Anda Perlu Broker Profesional

Sementara Yuliana Yusni, Property Consultant LJH Realty Batam, menilai profesi broker properti sangat menjanjikan, khususnya di kota industri seperti Batam. Kedekatan geografis dengan Singapura dan Malaysia membuat Batam menarik bagi investor domestik dan asing.

Yuliana yang juga mendapat penghargaan di ajang di atas, mengaku tidak punya latar belakang properti dan bekerja sebagai karyawan kantoran. Namun, keputusan banting setir saat pandemi justru membuka peluang baru. “Hasilnya sangat menggembirakan, saya bisa berkembang di profesi ini,” katanya.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini