Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan kerjasama lanjutan dengan perusahaan cuaca asal Jepang, Weathernews Inc. untuk memperkuat sistem peringatan dini di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI).

Kerja ini sama dilakukan melalui penandatanganan Collaboration Agreement bertajuk “A Project for AI-Based Tropical Cyclone and Flood Forecasting in Indonesia” yang dilaksanakan di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, pekan lalu.

Langkah ini merupakan upaya konkret BMKG dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan dan inovasi data guna mendukung inisiatif global Early Warnings for All (EW4All) dalam memitigasi risiko bencana hidrometeorologi.

Menurut Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani, kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memastikan informasi cuaca dan iklim yang lebih baik dan akurat.

“Kemitraan ini juga mencerminkan komitmen bersama kami untuk mendukung inisiatif global seperti Early Warning for All dengan memanfaatkan inovasi dan AI untuk memastikan bahwa informasi cuaca dan iklim dapat menjangkau dan melindungi masyarakat yang berisiko dengan lebih baik,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterbitkan Senin (09/02).

Kolaborasi ini menandai tonggak strategis dalam memajukan kemampuan prakiraan BMKG khususnya untuk siklon tropis dan banjir dengan memanfaatkan inovasi AI agar peringatan dini menjadi lebih akurat dan cepat.

Baca juga: Sistem Pemantauan Kualitas Udara Jakarta Jadi Dasar Mitigasi dan Kebijakan

Dalam kerja sama ini, Weathernews Inc. akan menyediakan produk forecasting untuk siklon dan banjir berbasis AI serta pengembangan dashboard khusus. Managing Executive Officer Service Operation and Development Weathernews Inc. Daisuke Abe mengatakan, kesepakatan ini bukan sekadar formalitas di atas kertas melainkan manifestasi tekad kuat untuk mencegah terulangnya tragedi kebencanaan.

“Kami menjadikan agreement ini sebagai pernyataan dari tekad kami di Weathernews untuk tidak mengulangi lagi tragedi seperti yang terjadi ketika Siklon Seroja kemarin. Hal ini juga adalah manifestasi dari komitmen kuat kami untuk menuju Indonesia yang lebih aman dari sisi prakiraan cuaca,” katanya.

Karena itu sangat penting untuk penggabungan pengetahuan (knowledge) dan data yang dimiliki BMKG dengan penerapan teknologi untuk menghasilkan nilai yang sesuai dengan karakteristik topografi dan cuaca Indonesia yang kompleks.

Hubungan bilateral antara BMKG dan Weathernews Inc. sendiri telah terjalin cukup lama, dimulai sejak penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada tahun 2016. Pada periode sebelumnya, kedua pihak sukses melaksanakan studi kelayakan (feasibility study) layanan komunikasi risiko cuaca untuk sektor industri di Kabupaten Bekasi dan Karawang.

Studi tersebut menghasilkan pengembangan sistem precipitation nowcasting menggunakan data radar real-time BMKG yang terbukti efektif mendeteksi curah hujan hingga satu jam ke depan.

Melalui perjanjian kerja sama ini diharapkan akan memperkuat kolaborasi teknis dan pengembangan prediksi untuk meningkatkan kemampuan peringatan dini dan mitigasi bencana di Indonesia.