Selasa, Februari 10, 2026
HomeNewsEkonomiDesember 2025 Penjualan Eceran Merosot Secara Tahunan, Meningkat Secara Bulanan

Desember 2025 Penjualan Eceran Merosot Secara Tahunan, Meningkat Secara Bulanan

Stimulus berupa program belanja nasional yang dilansir pemerintah pada triwulan akhir 2025, tidak cukup kuat menolong kinerja penjualan eceran.

Hasil Survei Penjualan Eceran Desember 2025 yang dirilis Bank Indonesia (BI), Selasa (10/2/2026), mengungkapkan, penjualan eceran tetap tumbuh secara tahunan (yoy) dan meningkat secara bulanan (mtm). Tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2025 sebesar 229,8, lebih tinggi dari level indeks 222,9 pada November 2025.

Peningkatan indeks tercatat di sebagian besar kelompok dengan perubahan tertinggi, di antaranya Peralatan Informasi dan Komunikasi, Suku Cadang dan Aksesoris, serta Makanan, Minuman dan Tembakau.

Secara tahunan, IPR Desember 2025 tumbuh 3,5 persen (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan 6,3 persen (yoy) pada November 2025.

Baca juga: November 2025 Penjualan Eceran Tumbuh Tinggi

Kinerja penjualan eceran itu ditopang pertumbuhan penjualan Suku Cadang dan Aksesoris (14,8 persen), Makanan, Minuman dan Tembakau (5,9 persen), serta barang Budaya dan Rekreasi (5,2 persen), meski lebih rendah dibanding periode sebelumnya.

Secara bulanan (mtm), penjualan eceran Desember 2025 meningkat 3,1 persen dibanding 1,5 persen pada November 2025. Peningkatan penjualan didorong kinerja mayoritas kelompok barang.

Terutama Peralatan Informasi dan Komunikasi (15,9 persen), Suku Cadang dan Akseoris (6,2 persen), Barang Budaya dan Rekreasi (5,1 persen), serta Makanan, Minuman dan Tembakau (2,7 persen), seiring peningkatan permintaan selama libur Nataru.

Berita Terkait

Ekonomi

Januari Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Meningkat Tinggi

Survei Konsumen Bank Indonesia yang dirilis, Senin (9/2/2026), mengindikasikan...

Pemerintah: Implementasi Kebijakan Akan Jawab Kekhawatiran Moody’s

Lembaga pemeringkat global Moody's menurunkan outlook (prospek) surat utang...

1.236 Manufaktur Berproduksi Pertama Kali Tahun Ini, Serap 218 Ribu Tenaga Kerja

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, investasi di sektor manufaktur tetap...

Berita Terkini