IKN Jadi Laboratorium Hidup Pengembangan Kota Berkelanjutan
Ibu Kota Nusantara (IKN) dikembangkan sebagai laboratorium hidup bagi riset dan pendidikan pengembangan kota berkelanjutan. Melalui kerja sama akademis antara Otorita Ibu Kota Nusantara, Leiden–Delft–Erasmus Universities (LDE), dan Universitas Mulawarman, Otorita IKN membuka ruang pembelajaran langsung bagi generasi muda di Auditorium Kantor Balai Kota Otorita IKN, KIPP Nusantara, pekan lalu.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) riset pengembangan perkotaan berkelanjutan dan landscape-based management. Forum ini sekaligus menjadi bagian dari penjajakan kerja sama lanjutan yang mencakup pengembangan kapasitas, program short course, magang, hingga peluang melanjutkan studi di Belanda bagi insan Otorita IKN.
Menurut Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita (LHSDA) OIKN Myrna Asnawati Safitri, keterlibatan generasi muda dalam pengembangan riset IKN sangat penting dan karena itu dilakukan kerja sama dengan Konsorsium LDE ini.
“Jadi seperti yang kita lakukan hari ini, sejumlah mahasiswa terutama master students dari berbagai ilmu ingin mengembangkan riset mengenai IKN dan kami terus memikirkan bagaimana selalu ada kegiatan bersama yang dapat diikuti oleh insan Otorita IKN ke depannya,” katanya dikutip dari siaran pers yang diterbitkan Rabu (11/02).\
Baca juga: Masyarakat Diajak Berkontribusi Wujudkan IKN Sebagai Kota Hutan
Kegiatan seperti ini juga menjadi ruang bagi pegawai Otorita IKN dari berbagai kedeputian yang didominasi generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan konsep perencanaan tata kota masa depan Nusantara. Forum ini sekaligus membuka ruang diskusi dan interaksi langsung antara pegawai Otorita IKN dan akademisi dari Indonesia maupun Belanda.
Kepala Riset Department of Urbanism, Delft University of Technology Steffen Nijhuis yang mewakili konsorsium Leiden–Delft–Erasmus Universities menambahkan, ia menilai Ibu Kota Nusantara sebagai laboratorium hidup berskala global untuk pengembangan perkotaan dan lanskap berkelanjutan.
“Kami sangat senang disini karena telah melihat perkembangan langsung kota ini termasuk berdiskusi dengan generasi muda yang terlibat dalam perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan kota. Karena itu menurut saya, Nusantara itu seperti laboratorium hidup, tidak hanya untuk Indonesia, melainkan untuk seluruh dunia,” katanya.
Baca juga: Rusun ASN di IKN Terapkan Smart Metering
Hal ini turut diapresiasi oleh Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Irawan Wijaya Kusuma, yang menilai forum diskusi ini sebagai ruang pertukaran pengetahuan sekaligus penguatan peran generasi muda dalam mendukung pembangunan IKN.
“Setiap kali berdiskusi dengan Bu Myrna kita selalu memperoleh informasi baru dan menarik. Dan tentu saja, di Ibu Kota Nusantara kita memiliki tanggung jawab juga untuk memberikan kontribusi. Dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, tanggung jawab tersebut akan beralih kepada generasi muda yang melanjutkan peran yang sebelumnya kita jalankan,” ujarnya.