Pasar Properti Lanjutkan Pertumbuhan Positif
Pasar properti akan melanjutkan tren yang positif dan diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang solid pada tahun ini. Hal itu didukung oleh berbagai aktivitas korporasi yang terus berkembang khususnya prioritas penyewa yang terus berubah.
Laporan ini mengemuka dari riset prospek pasar yang diterbitkan CBRE Indonesia yang menyoroti permintaan berkelanjutan di sektor perkantoran, industri-logistik, ritel, dan perhotelan untuk jangka pendek hingga menengah. Dengan pasokan baru yang tetap terbatas, tekanan kompetitif terhadap sewa diperkirakan akan mereda.
“Pasar properti akan terus tumbuh pada tahun ini khususnya dari aktivitas permintaan maupun ekspansi korporasi yang akan mendukung sektor perkantoran dan industri-logistik. Pergeseran gaya hidup masyarakat perkotaan akan terus mendorong sektor ritel dengan sektor perhotelan juga meningkat dari aktivitas wisatawan,” ujar Angela Wibawa, Managing Director CBRE Advisory Indonesia saat paparan Kinerja Pasar Properti Jakarta Q4 2025 dan Tren 2026 untuk kalangan media di Jakarta Rabu (11/02).
Head of Research & Consulting CBRE Advisory Indonesia Anton Sitorus menjelaskan, ada beberapa narasi positif terkait stabilitas ekonomi Indonesia yang konsisten dengan rata-rata pertumbuhan PDB tahunan mencapai 5 persen selama lima tahun terakhir dan kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2028.
“Dengan pemerintah menargetkan pertumbuhan 6-8 persen, ini bukan sekadar angka tapi menjadi keyakinan terhadap prospek jangka panjang dan merupakan landasan untuk keputusan properti saat ini mulai dari ekspansi multinasional hingga strategi investasi domestik,” bebernya.
Baca juga: Pasok Ruang Perkantoran Kian Terbatas, Tarif Sewa Mulai Meningkat
Sektor real estat dengan pertumbuhan ekonomi 5 persen telah bisa memberikan dampak positif untuk pertumbuhan bisnis ini termasuk potensi masuknya direct investment. Kondisi ini akan menjadi pendorong pertumbuhan yang harus disikapi oleh industri dengan terus berinovasi terkait diversifikasi produk, menghadirkan berbagai brand baru sesuai kebutuhan pasar, hingga membuka line bisnis lain.
Anton menyebut, salah satu sektor yang akan menjadi pendorong yaitu segmen healthcare dan data center. Indonesia memiliki seluruh syarat untuk dua sektor ini berkembang dengan populasi yang besar, lifestyle, kebutuhan industrial, ritel, dan lainnya yang semuanya merupakan demand untuk pertumbuhan.
Baca juga: Tren Pusat Belanja, Makin Mengarah ke Retailtainment
“Ada banyak sektor yang berkembang sesuai kebutuhan dan kondisi zaman. Sektor lama dengan new economy itu akan sama-sama berkembang, yang konvensional dengan tuntutan lifestyle baru seperti industri healthcare. Untuk data center, selama kita masih pegang smartphone artinya data center itu akan terus berkembang,” imbuhnya.