Tahun ini Astra Group Bangun 3.250 Rumah Bagi Warga Miskin
PT Astra International Tbk (Astra Group) berkomitmen membangun dan merenovasi 3.250 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun ini, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), sebagai bentuk dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah.
Komitmen tersebut disampaikan Komisaris Utama Astra Group Prijono Sugiarto dalam pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Buddha Tzu Chi Renovasi 5.000 Rumah Tidak Layak Huni di Seluruh Indonesia
Menteri PKP mengapresiasi langkah Astra tersebut sebagai bentuk dukungan nyata sektor swasta terhadap program pembangunan perumahan rakyat.
“Ini komitmen CSR perusahaan terbesar 2026 untuk mendukung penyediaan hunian bagi MBR. Terima kasih kepada Astra atas dukungannya terhadap Program 3 Juta Rumah,” kata Menteri Ara sebagaimana dikutip keterangan Kementerian PKP.
Ia menyatakan, pelaksanaan program akan melalui pendataan dan penetapan lokasi yang dikoordinasikan dengan Badan Pusat Statistik (BPS), dengan kriteria penerima masyarakat berpenghasilan rendah desil 1–4 (kategori miskin dan rentan miskin) agar tepat sasaran.
Baca juga: Sinar Mas Bangun 500 Rumah MBR untuk Masyarakat Berau
Komisaris Utama Astra Internasional Prijono Sugiarto menjelaskan, dari total 3.250 unit rumah itu, sebanyak 2.500 unit dialokasikan untuk renovasi dan sanitasi, serta 750 unit pembangunan rumah baru.
Sebelumnya pada 2025, Astra berkomitmen membangun 1.000 unit rumah bagi warga miskin itu. Dari 1000 unit itu, 250 unit dibangun di Kabupaten Garut dan Kabupaten Banyumas. Sebantyak 198 unit telah selesai dibangun, serta 52 unit dalam proses pembangunan, dengan target penyelesaian akhir Maret 2026.
Baca juga: Lippo Renovasi 1.500 Rumah Desa dalam 5 Tahun, Dimulai dari Kampung Wisata Topeng Malang
Program pembangunan rumah MBR oleh Astra ini juga akan mendukung program gentengisasi yang dicacangkan Presiden Prabowo, dengan melibatkan UMKM produsen genteng lokal, sehingga berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat.
Menteri Maruarar berharap, sinergi pemerintah dengan dunia usaha dalam pembangunan perumnahan, diharapkan mempercepat penyediaan hunian layak bagi MBR di berbagai daerah.